Jumat, 16 November 2018

Wimpie Hadirkan Kekalahan Pertama bagi Taufik Hidayat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Palembang:Peraih medali emas Olimpiade Athena, Taufik Hidayat, di luar dugaan, takluk di tangan rekan berlatihnya di Pemusatan Latihan Nasional Cipayung Wimpie Mahardi pada pertandingan perdananya di babak penyisihan beregu putra bulu tangkis Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI kemarin. Taufik yang membela provinsi Jawa Barat itu kalah dua set langsung 11-15, 15-17 oleh Wimpie, yang mewakili Sumatera Utara, di Gelanggang Olahraga Dempo, Jakabaring, Palembang, kemarin. Dalam pertandingan yang disaksikan ratusan penonton itu, Taufik tampil jauh di bawah performa yang ia tunjukkan di Olimpiade. Beberapa kali smesnya dengan mudah dikembalikan Wimpie. Taufik juga tampak kelelahan. Beberapa kali diajak reli panjang, ia tak mampu mengembalikan bola dengan baik. Wimpie yang tampil penuh dukungan tampaknya tak menyia-nyiakan kondisi Taufik itu. Beberapa kali smesnya berhasil mendarat mulus di daerah lawannya.Taufik sejak set pertama sudah tertinggal jauh dengan skor 0-6. Satu demi satu angka ia kumpulkan, tetapi tetap saja tidak bisa mengejar hingga poinnya tertahan di angka 11. Sebuah smes Taufik yang buruk dan membentur net mengakhiri set pertama itu untuk kemenangan Wimpie. Di set kedua, Wimpie sempat tertinggal 2-3; tapi secara perlahan Wimpie menyusul hingga akhirnya mendahului pemain yang terkenal emosional itu dengan 7-5. Taufik, yang disemangati puluhan pendukungnya yang kebanyakan para pelajar sekolah, terus mengejar pada kedudukan 11-11.Kedudukan ini membuat Taufik ingin memenangkan pertandingan. Tapi meski Taufik sempat meminta para pendukung dari Sumatera Utara untuk tenang sambil menunjukkan jari telunjuknya di mulutnya, ia tetap saja tak bisa menghadapi permainan Wimpie yang hari itu tampak ngotot. Set kedua berakhir dengan kedudukan 17-15. Para pendukung Taufik pun tampak kecewa. Fitri, seorang pendukungnya, mengaku sedih idolanya harus kalah di event nasional. "Saya sedih sih," kata pelajar sebuah SMP di Palembang ini.Meski kalah, tetap saja Taufik mendapat sambutan dari para pendukungnya. Mereka langsung menyerbu meminta tanda tangan dan foto bersama sang idola. Taufik yang meraih medali emas Olimpiade setelah mengalahkan pemain Korea, Shon Seung-mo, mengakui keunggulan Wimpie hari itu. Ia tahu bahwa pendukungnya ingin ia menang, tapi persiapannya yang minim karena setiba di Tanah Air ia tak sempat berlatih untuk PON. "Saya tidak ada persiapan sama sekali, dalam seminggu ini tidak ada latihan," ujar Taufik.Menang atau kalah, kata Taufik adalah hal yang biasa dalam pertandingan. "Namanya juga olahraga, siapa saja bisa menang, tergantung kondisi di lapangan," katanya. Di pertandingan putaran kedua beregu putra yang dihadapi pada sore harinya, Taufik tampil di nomor ganda berpasangan dengan atlet bulu tangkis Jawa Barat Halim Haryanto. Pasangan ini dengan mudah menaklukkan ganda Sulawesi Utara Arthur Kapun/Febby Lowan dua set langsung 15-6, 15-1.Meski Taufik kalah, Jabar menang dengan skor 4-1. Kemenangan Jabar diperoleh dari ganda pertama Flandy Limpele/Hendra Gunawan melawan Fauzi Ikhsan/Aswindi 15-4, 15-4, tunggal kedua Marleve Mainaky/Irwansyah 15-3, 15-9, ganda kedua Halim Haryanto/Davis melawan Wimpie Mahardi/Ariadi 15-6, 17-7, dan tunggal ketiga Janu Markus melawan Hanafi 15-5, 15-3.

     

     

    Lihat Juga