Bangkai Pesawat Lion Air Jatuh Jadi Obyek Wisata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Lion Air tergelincir ke laut setelah berusaha mendarat di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali, Sabtu (13/4). ANTARA/HO-Polda Bali

    Pesawat Lion Air tergelincir ke laut setelah berusaha mendarat di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali, Sabtu (13/4). ANTARA/HO-Polda Bali

    TEMPO.CO, Badung - Bangkai pesawat Lion Air JT 904 yang tergelincir dan jatuh di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Sabtu, 13 April 2013 lalu ternyata dijadikan wisata bencana.

    Bangkai Lion Air itu menjadi rejeki dadakan bagi nelayan di Pantai Kelan, pantai yang tepat berada di selatan landasan pacu. Alex, salah seorang nelayan, menceritakan sekitar seribu orang datang untuk minta diantarkan ke lokasi jatuhnya pesawat. "Mereka katanya mau nonton. Mintanya diojek alias diantar dengan perahu nelayan," kata Alex, Senin, 15 April 2013.

    Sebagai jasa mengantar turis ke lokasi bangkai Lion Air, para nelayan umumnya mengenakan biaya Rp 50 ribu. "Paling cuma satu jam saja, sudah balik," kata Alex. Dari 500 perahu yang ada, 10 perahu digunakan untuk melayani permintaan warga.

    Tak hanya turis lokal yang berminat. Turis asing pun banyak yang penasaran. Pada Minggu, 14 April 2013 kemarin, misalnya. Warga domestik maupun mancanegara tak kunjung henti berdatangan sehingga para nelayan merasa kewalahan.

    Menurut Suyit, nelayan lainnya, pendapatan dalam satu hari itu jauh lebih banyak dibanding hari-hari biasanya. Perahu yang digunakan untuk mengojek ini sama dengan yang biasanya digunakan pelayan untuk menjala ikan.

    Suyit membandingkan pendapatan dari wisata bencana ini dengan menjala ikan. "Kalau lagi cuaca bagus bisa dapat banyak. Kalau sepi ya bisa enggak dapat juga," kata Suyit. Satu kilogram ikan cumi-cumi bisa dijual dengan harga Rp 25 hingga 35 ribu, dengan satu perahu nelayan bisa menampung hingga satu ton ikan. Sedangkan dari wisata bangkai Lion Air, nelayan bisa mengangkut 10 penumpang di perahunya.

    Perahu ini bisa mendekat hingga 10 meter dari lokasi kapal. Dari jarak tersebut, penumpang biasanya mengabadikan gambar badan Lion Air yang sudah tidak memiliki buntut ini. Penumpang juga bisa melihat rongga pesawat dengan jajaran enam kursi dari posisi belakang. Kabel serta tali terlihat jelas berada di belakang kursi-kursi itu. (Baca: Evakuasi Bangkai Lion Air Tunggu Peralatan TNI AL)

    Dari laut lepas, tidak ada pemandangan lain, kecuali laut dan langit. Onggokan badan Lion Air ini terlihat seperti setitik rongsokan jika dilihat dari kejauhan. Selengkapnya soal pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Ngurah Rai, Denpasar klik di sini.

    KETUT EFRATA

    Berita Lainnya:
    Dikuntit Intel, Anas Urbaningrum Punya Cerita  
    Mega: Saya Memang Sudah Sepuh, tapi....
    @SBYudhoyono 'Digoda' Bintang Porno  
    Lion Air Mendarat di Laut Bali, Dewi Terlempar  
    Mahfud MD Masuk Bursa Calon Kapolri  
    Survei: Jokowi Masih Kandidat Terkuat Capres 2014  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.