Minggu, 25 Februari 2018

Pilihan 2014 Cuma Mega, Prabowo, dan Ical  

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 12 April 2013 07:57 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilihan 2014 Cuma Mega, Prabowo, dan Ical  

    Megawati dan Prabowo. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan setidaknya ada tiga perubahan yang menjadi syarat untuk mengakomodasi calon presiden alternatif. Ia menyebutkan, jika tidak ada perubahan-perubahan tersebut, maka peta politik sudah terprediksi. “Hanya akan ada tiga pasang capres-cawapres,” kata dia.

    Gun Gun menyebutkan tiga calon tersebut adalah Aburizal Bakrie dari Partai Golkar, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Megawati Soekarno Putri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. “Saya tidak menyebut Demokrat karena belum ada figur kuat selain SBY,” kata dia.

    Syarat pertama, menurut Gun Gun adalah perubahan ambang batas syarat pencalonan presiden. Saat ini, partai-partai kecil berharap penghapusan presidential treshold agar dapat mengajukan capres alternatif. “Tapi tidak mungkin ambang batas dihilangkan,” kata Gun Gun. (Baca: Bursa Capres 2014)

    Ia mengatakan, ambang batas tersebut masih mungkin untuk diturunkan menjadi angka moderat yang diinginkan partai menengah, yaitu sebesar 15 persen. Dengan ambang batas tersebut, maka akan ada 4 pasangan capres-cawapres. Alternatif lain untuk memperoleh 5 pasangan calon capres-cawapres, presidential treshold disamakan dengan parlemen treshold, yakni pada angka 3,5 persen.

    Syarat selanjutnya yang disebut Gun Gun adalah terjadinya perubahan figur di partai-partai besar. Gun Gun saat ini melihat kecenderungan Megawati masih gamang untuk maju kembali menjadi calon. “Penilaian publik akan buruk untuk kegagalan yang berturut-turut,” kata Gun Gun. Jika terjadi perubahan figur, maka nama-nama alternatif seperti Dahlan Iskan, Mahfud Md., dan Jusuf Kalla dapat mengisi slot capres.

    Kemungkinan terakhir, menurut Gun Gun adalah konsolidasi partai-partai menengah yang membentuk kubu tersendiri di luar partai besar. Konsolidasi tersebut bisa saja menmunculkan tokoh baru sebagai calon presiden.

    TRI ARTINING PUTRI

    Topik Terhangat:
    Sprindik KPK
    | Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita lainnya:
    Buat Akun Twitter, SBY Belum Targetkan Followers
    Spanduk Pro-Kopassus Bertebaran di Yogyakarta
    Aktif di Twitter, Ini Pesan Anggota DPR untuk SBY
    Pargono Terus Meneror, Asep Hendro Pasrah


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.