Cara Pargono Memeras Asep Hendro

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyilidik Pajak Pargono Riyadi digiring petugas menuju mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, (10/4). Pargono ditetapkan sebagai tersangka pemerasan kepada wajib pajak. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Penyilidik Pajak Pargono Riyadi digiring petugas menuju mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, (10/4). Pargono ditetapkan sebagai tersangka pemerasan kepada wajib pajak. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -Penyidik pajak Kantor Wilayah Jakarta Pusat Pargono Riyadi disebut telah sering meminta uang ke pengusaha otomotif Asep Hendro. Sumber Tempo di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuturkan Pargono meneror Asep Hendro berkali-kali.

    Urusan antara Pargono dan Asep bermula ketika Asep yang sedang mengurus wajib pajak perorangan ini tiba-tiba ditelepon oleh penyidik pajak tersebut. "Dia ditelepon terus oleh Pargono," kata sumber tersebut, Kamis, 11 April 2013.

    Selama ditelepon Pargono, Asep pun sempat membantah. "Saya salah di mana?" kata Asep yang merasa sudah melengkapi kewajiban pajaknya. "Pokoknya kamu salah," kata Pargono.

    Kemudian Pargono mulai meminta sejumlah duit pada Asep. Mulanya Rp 600 juta. Kemudian permintaan duit itu turun menjadi Rp 125 juta. Akhirnya, pada 9 April lalu, Pargono menerima duit Rp 25 juta dari Asep lewat seorang perantara di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

    Tapi sayangnya, sebelum menikmati duit itu, Pargono keburu tertangkap penyidik KPK. "Kami dari KPK, bapak punya sakit jantung kan? Sayangi jantung bapak," kata si penyidik pada pegawai negeri sipil golongan IV B itu, Selasa, 9 April 2013. Pargono ketakutan. Pasalnya, selang beberapa menit yang lalu, dia baru menerima duit dalam kantong plastik putih dari Rukimin Tjahyanto alias Andreas. Andreas belakangan diketahui adalah orang suruhan Asep.

    Soal pemerasan ini, sebelumnya sudah diungkap oleh Asep pada media. "Pargono sering minta uang, bukan cuma sekali. Sudah beberapa kali," ujar Asep Hendro, Kamis, 11 Maret 2013.

    "Kami sudah membayar pajak dan memperbaiki tagihan beberapa kali, tapi tetap dimintai uang," kata Asep lagi. Dia menyebut, uang yang diminta Pargono terkait dengan masalah pajak pribadi, bukan pajak perusahaan.

    FEBRIANA FIRDAUS I SUBKHAN



    Berita lainnya:

    Usai Diperiksa KPK, Konsultan Pajak Kecebur Got  
    'Sipir LP Cebongan Bisa Jadi Komandan Pasukan...'  
    Peretas Situs SBY Disidang Tanpa Pengacara  
    Asep Hendro Mengaku Diperas Pargono


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.