Pargono Terus Meneror, Asep Hendro Pasrah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan pembalap dan pengusaha suku cadang motor balap Asep Hendro melambaikan tangan seusai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis dinihari (11/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mantan pembalap dan pengusaha suku cadang motor balap Asep Hendro melambaikan tangan seusai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis dinihari (11/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Depok - Pemilik PT Asep Hendro Racing Sport, Asep Hendro, mengaku terus diteror oleh pegawai Pajak, Pargono Riyadi, ihwal pembayaran pajaknya pada 2006. Tidak tahan dengan paksaan itu, Asep pasrah dan menyerahkan semuanya kepada manajemen perusahaan.

    "Dia (Pargono) meneror terus," kata Asep di rumahnya, Kamis, 11 April 2013. "Padahal, saya salah apa? Akhirnya, saya terserah. Ibaratnya saya mau diinjak, kek, terserah. Emang saya enggak salah."

    Karena terus diteror oleh Pargono, Asep mengaku mau tidak mau membicarakan hal itu dengan manajemen perusahaannya. "Dengan ditekan terus mau enggak mau ya, akhirnya kami berkumpul dan membicarakan bagaimana ini? Ternyata dia memang bermasalah, sudah jadi target operasi," katanya.

    Pargono memeras dengan alasan ada masalah dengan pajak Asep di 2006. Namun, Asep mengaku dirinya sudah memperbaikinya sejak 2007. "Sudah tidak ada masalah, tapi dia terus memeras," katanya.

    Menurut Asep, pada 7 April 2013 Pargono meneleponnya, tetapi dia tidak mengangkatnya. Sehari setelahnya Pargono menelepon lagi, tapi Asep menyerahkan pada Joko yang merupakan Manajer Marketing ARHS. "Tanggal 9 April telepon lagi, diangkat oleh sekretaris saya. Saya sudah diteror," katanya.

    Asep mengaku tidak tahu mengenai acara pemberian sejumlah uang kepada Pargono pada Selasa pagi itu. "Terus terang saya enggak tahu ada penyerahan uang," ujar Asep.

    Manajer Marketing ARHS, Joko, mengatakan pemberian sejumlah uang itu di luar pengetahuan Asep. "Manajemen memutuskan memberikan sejumlah uang," katanya. Joko mengakui ada perjanjian bertemu di Gambir dengan Pargono untuk menyerahkan uang tersebut. "Ternyata KPK sudah melakukan penyadapan jauh-jauh hari tentang komunikasi Pargono dengan pegawai AHRS."

    ILHAM TIRTA

    Topik terpopuler:

    Sprindik KPK
    | Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo |Nasib Anas

    Berita lainnya:
    Kronologi Penangkapan Penyidik Pajak Pargono 

    Kisah 'Memalukan' Persibo Bojonegoro di Hong Kong 

    Pembalap Asep Hendro Pekerjakan Pemuda Garut 

    Video 'Damai' di Bea Cukai Bali Muncul di YouTube 

    Buat Akun Twitter, SBY Belum Targetkan Followers


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.