Polisi Endus Penyerang Cebongan dari Ponsel?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (dua kiri)  bersiap memberikan keterangan pers terkait insiden penyerangan oleh gerombolan bersenjata ke LP Cebongan Sleman di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat (29/3). ANTARA/Andika Wahyu

    Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (dua kiri) bersiap memberikan keterangan pers terkait insiden penyerangan oleh gerombolan bersenjata ke LP Cebongan Sleman di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat (29/3). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Sleman – Penyidik kepolisian yang menangani kasus penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan tidak menerapkan Undang-Undang Terorisme dalam mengungkap kasus itu. Maka, polisi pun tidak menggunakan teknologi informasi yang dimiliki selayaknya mengejar tersangka teroris dalam pengungkapan kasus tersebut.

    Hal itu diungkapkan Kepala Subdirektorat I Kepolisian Daerah DIY, Ajun Komisaris Djuhandani Rahardjo Puro, kemarin. Dia membantah kabar di masyarakat bahwa polisi sudah mendeteksi empat telepon seluler milik sipir LP Cebongan yang dirampas penyerang berada di Markas Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. "Info itu tidak benar," katanya.

    Polisi, kata Djuhandani, tidak melacak sinyal ponsel karena, dalam kasus penyerangan yang menewaskan empat orang itu, tidak digunakan Undang-Undang Terorisme.

    Sebelumnya, sudah beredar kabar di masyarakat bahwa keberhasilan pengungkapan kasus Cebongan bukan berada di tangan tim investigasi Tentara Nasional Indonesia, Komisi Nasional HAM, ataupun yang lain. Penyidik kepolisian sebenarnya sudah mendapat petunjuk awal tentang empat ponsel sipir yang dirampas pelaku. Teknologi yang dimiliki Polri mampu lebih dulu mendeteksi empat ponsel tersebut yang berada di Markas Komando Pasukan Khusus Kandang Menjangan Kartasura.

    Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul belum bisa dimintai konfirmasi. Panggilan telepon dan pesan pendek Tempo tidak dijawab.

    Tim investigasi bentukan Markas Besar TNI atau Tim 9 yang dipimpin Brigadir Jenderal Unggul K. Yudhoyono itu sudah menyatakan bahwa pelaku penyerangan adalah 11 anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartasura. Eksekutor dalam penyerangan itu berinisial U.

    Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Ajun Komisaris Anny Pudjiastuti, mengatakan polisi sedang melakukan penyelidikan. Namun, ia mengaku tidak tahu informasi mengenai sinyal ponsel yang terdeteksi itu.

    Anny menambahkan, polisi tetap melanjutkan penyelidikan dan hasilnya akan diserahkan kepada tim investigasi dari TNI. "Jika sudah lengkap, akan ada serah-terima secara resmi," kata dia. Simak berita penyerangan di penjara Cebongan Sleman di sini.

    MUHAMMAD SYAIFULLAH


    Topik Terhangat Tempo:

    Penguasa Demokrat
    || Agus Martowardojo || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas



    Baca juga:

    Beredar, Pesan Berantai Dukungan untuk Kopassus

    Ini Kejanggalan Kasus Cebongan Versi Komnas HAM

    Profil Grup 2 Kopassus, Penyerang LP Cebongan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.