Minggu, 25 Februari 2018

Beredar, Pesan Berantai Dukungan untuk Kopassus  

Oleh :

Tempo.co

Sabtu, 6 April 2013 17:03 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beredar, Pesan Berantai Dukungan untuk Kopassus  

    Ratusan anggota Forum Komunikasi Masyarakat Nusa Tenggara Timur (FKM-NTT) se-Malang menyalakan lilin saat melakukan aksi mengecam dan mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penembakan 4 tahanan Lapas Cebongan, Sleman di depan Museum Brawijaya, Malang, Jawa Timur (27/3). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesan berantai berisi dukungan terhadap Kopassus melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan BlackBerry Messenger beredar setelah tim investigasi TNI AD mengumumkan 11 anggota Kopassus sebagai pelaku penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman.

    Pesan berantai yang menganggap Koppasus berjasa karena menumpas preman muncul sejak Jumat malam, 5 April 2013. Pesan pada tanggal itu mengatasnamakan masyarakat Yogyakarta. Dalam pesan itu muncul kalimat mengapresiasi tindakan 11 parjurit Kopassus yang mengakui penyerangan di LP Cebongan.

    Pesan berantai muncul kembali pada Sabtu, 6 April pukul 12.41. Pesan yang mengatasnamakan pemuda Yogyakarta menganggap Kopassus berjiwa kesatria karena telah membunuh preman. Dalam pesan ada ajakan terhadap masyarakat Yogyakarta untuk melakukan aksi dukungan terhadap Koppasus esok hari, Ahad, 7 April 2013 di kawasan Tugu Yogyakarta. Kedua pesan berantai tidak dilengkapi dengan identitas lengkap atau nama pengirim.

    Sesepuh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa NTT, Daniel Dama Ledo, mengatakan label atau stigma preman melalui pesan berantai tidak adil karena keempat tahanan itu belum menjalani proses hukum. Pesan yang beredar itu menggambarkan preman seolah-olah pantas dibunuh di rumah negara. "Mereka kan sudah dihabisi. Belum puas menghabisi, masih dilabeli dengan sebutan preman. Ini tidak adil," kata Daniel kepada Tempo, Sabtu, 6 April 2013.

    SHINTA MAHARANI

    Berita lainnya:
    Profil Grup 2 Kopassus, Penyerang LP Cebongan
    SBY Bilang Pelaku Penyerangan LP Cebongan Kesatria
    Mabes Polri Copot Kepala Polda Yogyakarta
    Karier Messi Terancam Berakhir?


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.