SBY Bilang Pelaku Penyerangan LP Cebongan Kesatria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY menyempatkan diri berbelanja buku saat pesawat yang membawanya menuju Jerman transit di Dubai. TEMPO/Wahyu Muryadi

    Presiden SBY menyempatkan diri berbelanja buku saat pesawat yang membawanya menuju Jerman transit di Dubai. TEMPO/Wahyu Muryadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi para pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Musababnya, sembilan prajurit Komando Pasukan Khusus Grup II Kandang Menjangan, Kartasuran, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang membantai empat tahanan dan melukai sejumlah sipir penjara telah bersikap kesatria.

    "Para prajurit tampil bertanggung jawab, kesatria, dan siap menerima sanksi hukum apa pun. Bagi saya itu melegakan, itu sifat kesatria, bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. Itulah prajurit sejati yang harus ditunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden di kawasan Istana, Jumat, 5 April 2013.

    SBY menilai penyerangan Cebongan merupakan bentuk semangat korsa dari prajurit TNI. "Ada perilaku dari sekelompok orang, di luar disebut kelompok preman, yang dengan sadis membunuh seorang bintara Kopassus TNI AD," katanya. Meski demikian, SBY menilai tindakan para prajurit itu tak dapat dibenarkan.

    Tim Investigasi TNI Angkatan Darat kemarin menyatakan penyerangan terhadap empat tahanan di Cebongan adalah anggota Kopassus. Ketua Tim Investigasi, Brigadir Jenderal Unggul K. Yudhoyono, mengatakan mereka menyerang Cebongan pada Sabtu dinihari dua pekan lalu karena rekan mereka, Sersan Kepala Santoso, diduga dibunuh empat orang yang ditahan di sana. Seorang pelaku berinisial U menjadi eksekutor tunggal pembantaian itu. (Baca juga: senjata yang digunakan Kopassus membantai empat narapidana)

    Keluarga korban menilai hasil investigasi sarat rekayasa. Kakak Gamaliel Riwu Wohi, Yani Rohi Riwu, mengatakan hasil investigasi itu menutupi skenario pembantaian dan untuk melindungi jaringan pelaku yang lebih luas. Yani juga menolak empat korban disebut sebagai preman. "Labelisasi itu adalah skenario yang melemahkan korban."

    FRANSISCO ROSARIANS | YOHANES SEO



    Topik terhangat:
    Partai Demokrat
    | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo |Nasib Anas


    Berita terpopuler lainnya:

    Penyerang Cebongan Anggota Kopassus

    U, Kopassus Pemberondong Tahanan LP Cebongan

    Anggota Kopassus Buang CCTV LP Cebongan ke Kali

    Ini Peralatan Kopassus yang Serbu LP Cebongan

    Serbu Cebongan, Tiga Anggota Kopassus Turun Gunung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.