Anggota Kopassus Buang CCTV Lapas Cebongan ke Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penembak Jitu Kopassus TNI AD. Dok.TEMPO/ Santirta M

    Penembak Jitu Kopassus TNI AD. Dok.TEMPO/ Santirta M

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Kopassus penyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, membuang barang bukti kamera closed-circuit television (CCTV) ke Bengawan Solo. Informasi tersebut terungkap dari pengakuan pelaku yang disampaikan kepada tim investigasi Angkatan Darat.

    "Barang bukti dibuang ke Bengawan Solo. Ada juga yang dibakar," kata Ketua Tim Investigasi Angkatan Darat Brigadir Jenderal Unggul K. Yudhoyono di Jakarta, Kamis, 4 April 2013.

    Investigasi TNI Angkatan Darat mengungkapkan, sembilan anggota Kopassus terlibat dalam penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Angkatan Darat menyebut penyerangan bermotif dendam dan dilakukan tanpa rencana.

    "Serangan merupakan akibat dari pembunuhan Sersan Satu Santoso. Pelaku bergerak dilandasi jiwa korsa yang tinggi dan semangat membela kehormatan kesatuan," kata Unggul. Para pelaku mengakui perbuatan mereka kepada tim investigasi pada hari pertama tim tersebut dibentuk.

    Seluruh pelaku merupakan anggota grup 2 Kopassus Kartasura. Semuanya berpangkat tamtama dan bintara.

    Kasus penyerangan tersebut saat ini ditangani oleh Polisi Militer. "Biar kami bekerja mengungkap kasus ini," kata Unggul, yang juga menjabat Wakil Komandan Polisi Militer TNI AD. "Semua pelaku siap mempertanggungjawabkan perbuatannya."

    ANANDA BADUDU

    Topik Terhangat: 
    EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman|| Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

    Baca juga:
    Pembocor Sprindik Anas Sekretaris Ketua KPK 

    Wawancara Abraham Samad, Janji Lebih Galak

    Anis Matta: Cita-cita PKS Sama dengan Walisongo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.