Anis Matta: Cita-cita PKS Sama dengan Walisongo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta. TEMPO/Suryo Wibowo

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Semarang -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengklaim keberadaan partainya merupakan bagian dari cita-cita Islam para Wali songo yang menyebarkan agama Islam di zaman dulu. Kata dia, sebelum Islam datang ke Nusantara 1000 tahun silam, Jawa adalah pusatnya agama Hindu.

    "Kemudian para wali datang dan menjadikan Islam sedemikian besar. Ini kerja dakwah yang luar biasa besar dan kader PKS harus tahu itu," kata Anis. (Lihat: Presiden PKS Tahlilan di Makam Sunan Kalijaga)

    Selama empat hari antara Rabu hingga Jumat, Anis melakukan safari dakwah di Semarang dan Demak. Dalam kunjungannya di Demak Rabu sore, Anis Matta berziarah ke makam Sunan Kalijaga di Kawasan Kecamatan Kadilangu, Demak, Jawa Tengah. Dalam kegiatannya, Anis bersama rombongannya melafalkan doa dan membacakan kalimat dzikir dan tahlil.

    Anis menegaskan jika ada yang menganggap PKS itu tidak melakukan tahlil, maka itu salah. "Karena PKS memang murni dari sumber bacaan maupun misi gerakan adalah ahlusunnah wal jamaah," katanya.

    Anis mengklaim pemahaman kader PKS tentang Islam sama persis dengan pemahaman umat Islam di Indonesia, yakni ahlusunnah wal jamaah "Kami juga baca kitab kitab Syeikh Hasyim As'ary," kata Anis.

    Kata Anis, mendoakan orang yang sudah meninggal serta mengingat kematian adalah bagian dari sunnah.

    ROFIUDDIN

    Topik Terhangat:
    EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

    Berita Lain:
    Berapa Gaji Lurah dan Camat yang Dilelang Jokowi?
    ICW: Gaji Lurah dan Camat Layak Ditambah
    Kebakaran di Pasar Minggu, Jalan Makin Macet 
    Ulama Bogor Protes Perda Karoke


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.