Sketsa Wajah Penyerang LP Cebongan Belum Sempurna  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

    Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menyatakan hampir selesai membuat sketsa wajah dua pelaku penyerangan bersenjata ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, 23 Maret lalu. Sketsa wajah tersebut dalam proses penyempurnaan.

    "Sketsa ini akan segera disebar ke masyarakat setelah penyempurnaan," kata Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri, saat menggelar jumpa pers di kantornya, Selasa, 2 April 2013.

    Namun, Boy menolak mengungkapkan detail sketsa yang dibuat berdasarkan pengakuan saksi kasus tersebut. Ia hanya menyatakan wajah mereka jelas tergambar karena saksi melihatnya membuka penutup kepala. "Ini bagian dari langkah investigasi," ucap Boy.

    Belasan orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan pada Sabtu, 23 Maret 2013. Mereka lantas menembak mati tersangka pembunuh anggota Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santoso, di Hugo's Cafe, Jalan Adisutjipto Km 8,5 Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

    Keempat tersangka pembunuh tentara itu adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33).

    Boy mengatakan kepolisian bersama dua tim lainnya dari TNI serta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sedang mengusut identitas pelaku. Peran mereka dalam kasus ini juga sedang ditelisik lebih dalam.

    Meski begitu, Boy belum bisa memastikan apakah benar pelaku berasal dari Kopassus seperti kabar yang berkembang. Ia hanya menegaskan bahwa informasi yang diperoleh dari tiga tim sedang disinergikan.

    "Semua ini nanti akan disampaikan karena menyangkut kepentingan penyelidikan," ujarnya.


    TRI SUHARMAN

    Berita Terpopuler:
    Para Pengontrak Rusun Marunda Mulai Diusir Pemilik

    'Postingan Idjon Djanbi Tak Bisa Dipertanggungjawabkan'

    Misteri Selongsong Peluru di Cebongan

    Soal Bendera Aceh, Ini Tanggapan SBY

    Fakta-fakta Menarik Jelang Chelsea Vs MU

    Pati, Kota Seribu Paranormal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.