Polri Curiga Orang Sipil Terlibat Kasus Cebongan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT,  di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

    Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI menduga ada keterlibatan orang sipil dalam kasus penembakan di Cebongan. Namun, belum dapat dipastikan sosok dan kelompok yang terlibat itu.

    "Tetapi kami belum sampai pada suatu kesimpulan. Kami belum bisa simpulkan siapa-siapa yang menjadi tersangka karena proses penyelidikannya masih berjalan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, di kantornya, Senin, 1 April 2013.

    Pada Sabtu dinihari, 23 Maret 2013, belasan orang menyerbu LP Cebongan dengan menggunakan senjata laras panjang, pistol, dan granat. Penyerang menembak mati empat orang tahanan titipan Kepolisian Daerah DIY, yaitu Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, 31 tahun, Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). (Baca: Malam jahanam di Cebongan. Laporan utama majalah Tempo edisi Senin, 1 April 2013, mengulas insiden Cebongan)

    Selepas insiden ini, penyidik telah memeriksa 45 saksi, baik narapidana maupun sipir penjara. Ditemukan juga 31 selongsong peluru berkaliber 7,62 dan 20 proyektil.

    Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo membenarkan indikasi keterlibatan personel TNI dalam insiden tersebut. Dia pun telah membentuk tim investigasi.

    Boy yang dikonfirmasi enggan mengomentari indikasi keterlibatan TNI dalam kasus tersebut. "Kami hanya menyampaikan apa yang kami kerjakan, seperti menginvestigasi, uji labfor, dan memeriksa saksi-saksi. Sampai sekarang masih berjalan," kata Boy.

    Dia juga membenarkan bahwa penyidik telah memperoleh gambaran wajah dari beberapa pelaku berdasarkan keterangan saksi. Namun, kata dia, penyidik belum tuntas membuat sketsa wajah dari pelaku tersebut. "Mudah-mudahan bisa secepatnya sketsa itu dibuat."

    RUSMAN PARAQBUEQ

    Topik Terhangat:
    EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman|| Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

    Berita Terkait:
    Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi

    Malam Jahanam di Cebongan
    Sketsa Wajah Penyerang LP Cebongan Segera Disebar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.