Pelaku Penyerangan Penjara Sleman Mulai Terkuak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah Adrianus Chandra Galaja alias Dedi  yang menjadi korban penembakan di LP Cebongan, tiba di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, (25/3). TEMPO/Jhon Seo

    Jenazah Adrianus Chandra Galaja alias Dedi yang menjadi korban penembakan di LP Cebongan, tiba di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, (25/3). TEMPO/Jhon Seo

    TEMPO.CO, Yogyakarta– Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menemukan titik terang dalam mengungkap siapa pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Dalam waktu dekat, polisi akan menyebar satu atau dua sketsa wajah pelaku penyerangan.

    "Ada satu atau dua sketsa wajah yang akan disebar, yaitu pelaku yang membuka penutup kepala ketika menunjukkan surat," kata Komisaris Besar Kris Erlangga, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Yogyakarta, Ahad, 31 Maret 2013.

    Menurut Kris, sketsa itu dibuat berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Seorang penjaga LP Cebongan memang sempat mengintip dari lubang pintu utama penjara ketika pintu itu digedor dari luar oleh salah seorang anggota gerombolan penyerang. Saat itu, penjaga LP melihat jelas wajah si pelaku karena penutup wajahnya dibuka dan digulung hingga jidat. Si pelaku mengaku sebagai petugas Polda Yogyakarta yang hendak "meminjam" empat tahanan. Dia lalu menunjukkan sebuah surat berkop Polda Yogya.

    Sebelum sketsa itu disebarkan kepada publik, Kris memastikan akan menunjukkannya kepada semua saksi di penjara Sleman. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga ada dua pelaku yang tidak menggunakan penutup wajah. Tapi, menurut Ketua LP Sleman, Sukamto, ada empat pelaku yang tidak memakai penutup wajah.

    Akibat penyerangan oleh gerombolan bersenjata laras panjang itu, empat tahanan tewas ditembak. Para korban adalah Hendrik Angel Sahetapy (Deki), Adrianus Candra Galaja (Dedi), Yohanis Juan Manbait, dan Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu. Keempatnya adalah tahanan titipan Polda Yogya dalam kasus pengeroyokan anggota Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Yogya, tiga hari sebelumnya.

    Polisi juga memastikan penyerang menggunakan 13 senjata api laras panjang dan satu senjata api laras pendek. Berdasarkan senjata yang dibawa, menurut Kris, mereka merupakan orang yang mempunyai akses ke tempat penyimpanan senjata dalam jumlah banyak. "Bisa tentara, bisa juga polisi," ujarnya.

    Pernyataan Kris ini menguatkan indikasi keterlibatan personel TNI Angkatan Darat dalam peristiwa penyerangan LP Sleman. Indikasi ini sudah diakui Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie Wibowo kepada wartawan, akhir pekan lalu. "Hasil temuan sementara tim investigasi kepolisian memperlihatkan keterlibatan atau peran oknum TNI AD yang bertugas di Jawa Tengah," katanya. Cek info seputar serangan profesional di Penjara Cebongan, Sleman, di sini.

    MUH SYAIFULLAH | MUHAMMAD RIZKI

    Topik Terhangat:
    EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

    Berita Terkait:
    Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi

    Malam Jahanam di Cebongan
    Sketsa Wajah Penyerang LP Cebongan Segera Disebar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.