Firasat Buruk Pemindahan Tahanan Lapas Sleman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas kepolisian bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3), setelah terjadi penyerangan oleh segerombolan orang bersenjata laras panjang pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

    Sejumlah petugas kepolisian bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3), setelah terjadi penyerangan oleh segerombolan orang bersenjata laras panjang pada Sabtu (23/3) dini hari dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru besar hukum pidana Universitas Indonesia Andi Hamzah menilai tidak ada yang salah dalam perpindahan tahanan dari penjara di Kepolisian Daerah Yogyakarta ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun biasanya, penahanan di Kepolisian (Polda) menghabiskan waktu hingga 20 hari.

    "Biasanya, ditahan di Polda 20 hari, kemudian kalau jaksa memperpanjang, waktu penahanannya bertambah lagi 40 hari," kata Andi saat dihubungi, Jumat, 24 Maret 2013. "Dalam rentang waktu yang 40 hari inilah biasanya tempatnya di LP."

    Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar Azis mengatakan Sukamto, Kepala LP Cebongan, punya firasat buruk soal pengiriman empat tersangka penganiayaan yang menyebabkan tewasnya anggota Kopassus Sersan Satu Santoso.

    Empat tersangka itu ialah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gamaliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi. Mereka dikirim ke penjara Cebongan bersama dengan tujuh tahanan lainnya. (Baca: Lihat Teman Satu Sel Didor, Napi Cebongan Trauma)

    Pengiriman itu terjadi pada Jumat, 22 Maret 2013. Haris mengatakan tak biasanya Kepolisian menitipkan tahanan ke LP, apalagi pemeriksaan tersangka baru berjalan sekitar tiga atau empat hari.

    Sukamto lantas mengontak Polda Yogyakarta untuk menanyakan alasan pengiriman empat tersangka tersebut. Tak hanya mengontak Polda, dia juga mengontak Markas Besar Kepolisian. Firasat buruk Sukamto ternyata terbukti. (Baca: Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya)

    Menurut Andi, perpindahan tahanan dari Kepolisian ke LP memang wajar terjadi dengan alasan beragam. Misalnya jumlah tahanan di LP melebihi kapasitas atau untuk urusan penyidikan. (Baca: Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman)

    MUHAMAD RIZKI KURNIAWAN | ANANDA BADUDU

    Berita Lainnya:
    Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman
    Jokowi Lambungkan Elektabilitas PDI Perjuangan
    Partai Demokrat Juara Partai Korup  
    Lihat Teman Satu Sel Didor, Napi Cebongan Trauma
    IPW: Penyerang LP Sleman Pasukan Siluman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.