Pengganti Pramono Edhie di Tangan Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. TEMPO/Imam Sukamto

    Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membenarkan jika sebentar lagi Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo memasuki masa pensiun. "KSAD pensiunnya Mei tahun ini," kata Purnomo saat ditemui di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu, 20 Maret 2013.

    Pengganti Pramono berjalan melalui prosedur biasa, yakni sepenuhnya ada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Panglima Tertinggi TNI. "Meski begitu, Presiden tetap meminta nama-nama calon sekaligus pertimbangan dari stafnya," kata Purnomo. "Kan, masih bulan Mei, masih jauh, sabar ya."

    Sebelumnya, nama KSAD Purnomo Edhie disebut sebagai calon kuat Ketua Umum Partai Demokrat. Ia membantah akan mengundurkan diri sebelum habis masa pensiun. Kongres Luar Biasa Partai Demokrat digelar pada 30-31 Maret mendatang. "Alhamdulillah saya tidak mengundurkan diri," kata dia.

    Saat diminta tanggapan soal pinangan memimpin Partai Demokrat, dengan senyum ramah dia menjawab dengan pernyataan yang sama. Pramono malah mempertegas bahwa sampai saat ini dia masih menjadi pejabat militer. "Saya belum mengundurkan diri. Saya Kepala Staf Angkatan Darat," kata dia dengan ramah.

    Saat ini sejumlah calon sudah menyatakan siap untuk maju sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum, yang berhenti Februari lalu. Anas melepaskan jabatan itu lantaran ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek Hambalang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Beberapa nama yang sudah menyatakan siap maju adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie, Wakil Sekretaris Jenderal Saan Mustopa, dan mantan ketua Dewan Pimpinan Cabang Demokrat Cilacap Tri Diyanto. Nama lain yang juga dijagokan adalah Kristiani Herawati Yudhoyono, Pramono Edhie Wibowo, dan Ahmad Mubarok.

    INDRA WIJAYA


    Topik Terhangat: Krisis Bawang || Hercules Rozario || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

    Baca juga:
    Kasus PON Riau Sampai DPR?
    Setya Novanto Awasi KPK Geledah Ruangannya
    Inilah Barang yang Dibawa KPK dari Ruang Setya Novanto
    Tiga Penyidik KPK Sambangi Rumah Rusli Zainal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.