Berkas `Kebun Binatang` Djoko Susilo Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Inspektur Jenderal Djoko Susilo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Inspektur Jenderal Djoko Susilo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Subang - Aparat Desa Kumpay, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang kelimpungan dengan hilangnya berkas-berkas kepemilikan lahan "Kebun Binatang" milik Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Kepala Desa Kumpay, Fai Suparmi, mengatakan sejak dirinya dilantik menjadi kepala desa tidak pernah menemukan secuil pun berkas kepemilikan puluhan hektare lahan yang kini sudah disegel Komisi Pemberantasan Korupsi itu. "Jadi, kami harus melakukan pemberkasan mulai dari nol lagi," ujarnya, Selasa, 19 Maret 2013.

    Atas sebab-sebab itu, Fai hingga kini belum bisa memastikan berapa luas lahan yang dimiliki Djoko. Ia juga belum bisa memastikan, kapan tersangka kasus korupsi simulator SIM Korlantas Mabes Polri tersebut mulai memiliki lahan di kawasan Gunung Kumpay itu.

    Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Kumpay, Enceng, menyatakan berdasarkan informasi yang diterimanya lahan "Kebun Binatang" Djoko yang ada di Desa Kumpay seluas 90 hektare. "Angka itu memang belum tentu benar," ujarnya.

    Meski begitu, Iyan Sofyan, tukang kebun yang sudah bekerja selama dua tahun di lahan tersebut mengatakan luas lahan Djoko itu tidak kurang dari 60 hektare. Djoko membeli lahan tersebut secara bertahap. "Ada yang dari Dalang Asep Sunandar Sunarya dan ada juga yang dari jenderal lain," tuturnya. Sedangkan sisa lahan lainnya dibeli dari masyarakat melalui orang kepercayaannya, yaitu Komisaris Polisi Suryana.

    Iyan berkisah, Djoko membeli lahan dari masyarakat dengan harga beragam. Berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 23 ribu per tumbak atau setara dengan 14 meter persegi. Artinya, lahan warga dihargai mulai dari Rp 500 hingga Rp 1.600 per meter persegi.

    Berdasarkan pemantauan Tempo, di lokasi lahan perbukitan yang dirimbuni tanaman produktif, seperti jati mas, mahoni, cengkeh, dan rambutan itu, terdapat sebuah vila di puncaknya. Vila tersebut menghadap ke panorama perbukitan dan pegunungan.  Ada juga dua vila lain yang dilengkapi dengan kolam ikan. Juga terdapat bekas istal kuda, kandang sapi, dan kandang rusa. Masih tersisa empat ekor rusa yang tidak terurus di dalam kandang. (Baca Topik Terhangat: Hercules Rozario || Simulator SIM Seret DPR || Harta Djoko Susilo  || Nasib Anas)

    NANANG SUTISNA

    Baca juga
    Kasus Djoko Susilo Disidangkan April Mendatang 

    Aktivis Sita Rumah Djoko Susilo di Madiun 

    Soal Djoko Susilo, Kapolri: Masih Ada Polisi Baik 

    Ini Orang-orang Kepercayaan Djoko Susilo 

    Benny K. Harman Penuhi Panggilan KPK  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?