Di KPK, Djoko Susilo Mulai Singgung 'Restu Atasan'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo. ANTARA/Fanny Octavianus

    Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin 18 Maret 2013 kembali memeriksa tersangka utama kasus dugaan korupsi pengadaan simulator kemudi Irjen Djoko Susilo. Menurut kuasa hukumnya, penyidik mencecar Djoko soal prosedur proyek pengadaaan simulator.

    "Hari ini kami diperiksa adalah mengenai simulator, tadi ditanya mengenai simulator kemudian bagaimana realisasi daripada simulator itu," ujar Juniver Girsang, salahsatu pengacara Djoko.

    Di hadapan penyidik KPK, kata Juniver, Djoko menjelaskan bahwa proyek pengadaan simulator kemudia sudah atas persetujuan pimpinan. Dengan panjang lebar, Djoko lalu menjelaskan bagaimana proses pengadaan proyek dan bagaimana persetujuan dari pimpinan terhadap pengadaan simulator ini diberikan.

    Juniver tidak menyebutkan dengan detail identitas pimpinan Kepolisian yang disebut Djoko telah memberi restu atas proyek bernilai Rp 198,6 miliar itu. KPK sementara ini menduga ada penggelembungan harga yang merugikan negara Rp 100 miliar lebih. "Pimpinan itu maksudnya di internal dia dong," kata Juniver pendek.

    Sejumlah nama pejabat tinggi kepolisian sudah sempat muncul dalam kasus simulator. Wakil Kapolri Komjen Nanan Sukarna misalnya sudah diperiksa KPK terkait dugaan memuluskan proyek tender ketika Nanan menjabat Inspektur Pengawasan Umum Mabes Polri.

    Nama lain yang kerap disebut adalah Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo. Pasalnya, Kapolri meneken surat keputusan penetapan calon pemenang lelang proyek simulator yaitu PT Citra Mandiri Metalindo Abadi.

    FEBRIANA FIRDAUS

    Berita Terpopuler:
    Bandung Tetap Jadi Tujuan Utama Turis Malaysia 

    Kenapa Jokowi Unggul di Bursa Pencalonan Wapres 

    KPK Sita Aset Djoko Susilo di Bali 

    Golkar Belum Mau Lirik Jokowi Sebagai Cawapres

    Kecil Kemungkinan Jokowi Nyapres Lewat PDIP 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H