2.279 Napi di Sulawesi Selatan Mendapatkan Remisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Makassar: Sebanyak 2.279 narapidana dan tahanan di Sulawesi Selatan mendapat remisi (pengurangan masa hukuman), Selasa (17/8). Lima tahanan langsung bebas setelah mendapatkan remisi. Pemberian remisi itu berkaitan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-59. Kepala Kantor Wilayah Kehakiman dan HAM Sulawesi Selatan, Drs. Mulki Manrapi, mengatakan, saat ini jumlah napi di Sulsel mencapai 3.788 orang. Angka itu terdiri 2.544 orang narapidana dan 1.244 orang tahanan. "Berdasarkan keputusan Menteri Kehakiman, sebanyak 2.279 orang yang diberikan remisi berkaitan perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2004," katanya.Mereka yang mendapat remisi terdiri 401 narapidana pidana umum, 160 narapidana narkoba laki-laki, 579 narapidana narkoba perempuan. Hingga Selasa (17/8), Lembaga Pemasyarakatan Makassar dihuni 43 tahanan dan 613 narapidana. Khusus kasus narkoba, terdiri tahanan wanita sebanyak 17 orang, narapidana wanita 22 orang dan narapidana laki-laki 186 orang.Menurutnya, di antara narapidana dan tahanan yang mendapat remisi, lima orang langsung bebas. Kelimanya, Rahman Dalle, Yusran bin Sunny, Tajuddin alias Accing, Amir Dg Sirua, dan Rasmina Dg Ngasi. Sedang terpidana bom Makassar yang sedang ditahan tidak mendapatkan remisi. Terpidana bom Makassar yang ditahan yakni Supriadi Spd (dihukum 7 tahun penjara), Muhammad Tang alias Ittang (7 tahun penjara), Imal Hamid (divonis 6 tahun penjara), Mukhtar Dg Lau (divonis 7 tahun penjara), Masnur bin Abd Latif (divonis 12 tahun penjara), Ilham Riadi (divonis 8 tahun penjara), Anhon bin Labasse (divonis 8 tahun penjara), Usman Nuraffan alias Salman bin Dg Naba (divonis 8 tahun penjara), Lukman bin Husain alias Luke (divonis 7 tahun penjara), Suryadi Masud (divonis 8 tahun penjara), Khaerul (divonis 7 tahun penjara). Irmawati - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.