Jumat, 23 Februari 2018

Ini Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 7 Maret 2013 16:59 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ini Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU  

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Palembang - Amukan anggota TNI Angkaran Darat di Kabupaten Ogan Komering Ulu memakan korban lima anggota Polri dan warga sipil. Kepala Kepolisian Sektor Martapura, Komisaris Polisi M. Ridwan, pun kritis dihajar sejumlah anggota TNI. "Setelah membakar Mapolres Ogan Komering Ulu, mereka menuju Mapolsek Martapura dan mengamuk di sana," ujar juru bicara Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar R. Djarod.

    Berikut ini kronologi singkat penyerangan menurut pihak Polda Sumatera Selatan:

    Pukul 08.30
    Sekitar 75 personel TNI Yon Armed 15/76 Tarik Martapura, Kamis pagi, mendatangi Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) menggunakan truk dan sepeda motor. Mereka hendak berdialog soal penanganan kasus tertembaknya TNI Prajurit Satu Heru Oktavianus oleh anggota Polres OKU, Brigadir Wijaya, dua bulan lalu yang tak jelas ujungnya. Kapolres OKU, AKBP Azis Saputra, sedang tak berada di tempat.

    Personel TNI diterima dengan baik dan dipersilakan masuk ke Markas Polres OKU. Sejumlah anggota Polres pun menyiapkan ruangan untuk pertemuan itu. Rencananya, mereka akan diterima oleh Kepala Bagian Operasi Polres OKU, Komisaris Polisi Afri S. Jaya.

    Pukul 09.00
    Sejumlah anggota TNI mulai mengamuk di dalam Mapolres dan menghajar tiga petugas jaga Polres OKU. Mereka adalah Aiptu Arwani (luka tusuk paha kiri), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di punggung), Bripka M., dan Asrul Hasibuan, yang merupakan petugas kebersihan.

    Pukul 10.00
    Anggota TNI meninggalkan lokasi yang sudah terbakar menuju markas Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik, Martapura.

    Pukul 10.30
    Rombongan TNI tak langsung kembali ke markas. Mereka berbelok menuju Mapolsek Martapura dan menghancurkan kantor Polsek Martapura. Kompol M. Ridwan yang berada di tempat pun langsung menjadi bulan-bulanan sejumlah anggota TNI AD.

    Pukul 11.00
    Puas memporak-porandakan Mapolsek Martapura, rombongan tentara kembali ke markas.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Berita Terkait :
    DPR Sebut Keakraban TNI-Polri Semu

    Polri Dinilai Sudah Kehilangan Wibawa

    Polisi dan TNI Diminta Akur Amankan Pemilu

    Pangdam Aceh Akui Pembinaan Prajurit Masih Lemah

    KSAD Minta Restrukturisasi CPM AD Dituntaskan

    Topik:
    Bentrok TNI Vs Polri



     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.