Operasi Sakauw, Polisi Surabaya Tangkap 108 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Narkoba Polda Metro Jaya menunjukkan 16 orang tersangka yang diduga bandar besar yang beroperasi di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya, dengan barang bukti 6,2 kilogram sabu dan 9.000 butir ekstasi, Jakarta, Senin (28/1). TEMPO/Tony Hartawan

    Direktur Narkoba Polda Metro Jaya menunjukkan 16 orang tersangka yang diduga bandar besar yang beroperasi di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya, dengan barang bukti 6,2 kilogram sabu dan 9.000 butir ekstasi, Jakarta, Senin (28/1). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Surabaya - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menangkap 108 orang tersangka dalam Operasi Sakauw Semeru 2013 pada 20 Februari-3 Maret 2013. Para tersangka ditangkap dalam 70 kasus berbeda, yakni 45 kasus narkotik, 6 kasus obat keras berbahaya, dan 19 kasus minuman keras.

    Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Tri Maryanto, mengatakan, dalam Operasi Sakauw 2013, pihaknya juga mengamankan barang bukti 96,18 gram ganja dan 54,43 sabu. Selain, itu disita pula 218 butir ekstasi, 13.509 butir obat keras berbahaya, dan tujuh jirigen (515 botol) minuman keras. 

    Menurut Tri, para tersangka yang ditangkap meliputi produsen, bandar, pengedar, serta pemakai barang-barang haram tersebut. “Mereka dari beragam profesi, dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, sampai residivis,” kata Tri didampingi Kepala Satuan Reserse Narkoba Ajun Komisaris Besar Sudamiran, Selasa, 5 Maret 2013.

    Sudamiran menambahkan, tersangka yang diamankan, termasuk Suyitno, produsen pil ekstasi di Tempel Sukorejo, Surabaya. Suyitno yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini, kata Sudamiran, ditangkap pada 25 Februari lalu saat memproduksi ekstasi di dalam rumahnya. “Ia menjual sebutir ekstasi dengan harga Rp 100 ribu,” kata Sudamiran.

    Jaringan lain yang berhasil diungkap, ujar Sudamiran, ialah kelompok Ario Deolafisyah di Driyorejo, Kabupaten Gresik. Ario, pemilik 1,98 gram sabu ditangkap bersama lima orang komplotannya pada 25 Februari lalu.

    Anggota jaringan Ario ialah Sunarno, M. Syaugi, Pramudya Robby, Nie Albert, dan Anisa Rahmawati. “Kami terus berupaya menekan peredaran narkoba ke masyarakat melalui operasi yang akan kita gelar rutin,” kata Sudamiran.

     KUKUH S WIBOWO

    Berita terpopuler:
    Peretas Situs SBY Akan Direkrut Mabes Polri?
    Waspada, Banjir di Jakarta Dinihari
    Rasyid Tak Ditahan, Status Seperti Orang Merdeka
    Pemuda Cabuli Empat Adik Tiri dan Ibu Kandungnya
    Bentrokan Bersenjata di Sabah, 5 Polisi Malaysia Tewas
    Ahok Minta Pengusaha Beli Vila Ilegal di Puncak

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.