Timwas Century Terima Banyak Informasi dari Anas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pengawas Kasus Bank Century DPR RI mengklaim telah menerima banyak informasi penting terkait dengan pencairan dana talangan senilai Rp 6,7 triliun kepada bank tersebut dari mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

    "Banyak sekali yang penting. Belum bisa kami ungkap ke publik, atas permintaan beliau," kata Ketua Tim Kecil Timwas Bank Century, Fahri Hamzah, di kediaman Anas, Senin, 4 Maret 2013.

    Timwas memang sengaja mendatangi mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam tersebut untuk mengecek informasi kasus Century sembari bersilaturahmi. Hal ini dilakukan karena Anas, yang pernah menjabat Ketua Fraksi Demokrat dan anggota Panitia Khusus Hak Angket Bank Century, diduga memiliki informasi signifikan.

    Timwas sendiri terlebih dulu harus mencerna dan memverifikasi seluruh informasi, data, dan keterangan yang didapat dalam pembicaraan. Akan tetapi, tim yang datang hari ini mengklaim sudah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan. "Anas sangat peduli kasus Century. Dia siap untuk bila suatu saat dipanggil oleh Tim Pengawas," ujarnya.

    Selain itu, menurut Fahri, Anas meminta Timwas Century dan penegak hukum mengusut tuntas kasus ini karena tergolong kasus besar. Bahkan, secara khusus kepada Tim Pengawas, Anas meminta agar kasus ini dapat diselesaikan sebelum masa jabatan anggota Dewan berakhir.


    FRANSISCO ROSARIANS

    Baca juga:
    Banjir Jakarta, Puncak Menolak Disalahkan
    Longsor Puncak Akibat Alih Fungsi Lahan
    Ratusan Vila Berdiri di Taman Nasional
    Tak Boleh Ada Vila di Taman Nasional Gunung Halimun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.