Indonesia Dinilai Gagal Lindungi Kaum Minoritas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Human Rights Watch menganggap pemerintah Indonesia gagal melindungi penganut agama minoritas. Lembaga swadaya masyarakat internasional yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, itu, menyoroti banyaknya kasus serangan kelompok militan terhadap tempat ibadah dan penganut agama minoritas. Berdasarkan catatan Human Rights Watch, setidaknya ada 264 kasus kekerasan sepanjang 2012.

    "Ini merupakan olok-olok terhadap klaim bahwa Indonesia adalah negara demokratis yang melindungi hak asasi manusia,” kata Direktur wilayah Asia Human Rights Watch, Brad Adams, dalam pernyataan pers, Kamis, 28 Februari 2013.

    Dia berpendapat pemerintah Indonesia kurang tegas menindak pelaku kekerasan. Dan Human Rights Watch mendapatkan kesimpulan itu setelah melakukan riset di 10 provinsi: Jawa, Madura, Sumatera, dan Timor, dengan 115 responden. Para responden berasal dari berbagai kepercayaan dan kalangan, termasuk ulama, polisi, jaksa, milisi, pengacara, serta aktivis hak sipil. "Dan sebanyak 71 orang di antaranya merupakan korban kekerasan."

    Human Rights Watch menemukan bahwa pejabat daerah kerap menyalahkan korban dalam peristiwa pembakaran atau kekerasan terhadap kaum minoritas. Sementara pelaku kekerasan hanya mendapatkan hukuman, atau sama sekali tak dihukum. Bahkan ada dua kasus pejabat daerah menolak menjalankan keputusan Mahkamah Agung untuk membangun rumah ibadah bagi kaum minoritas.

    Pejabat pemerintah pusat pun dianggap tak berpihak pada kaum minoritas. Seperti pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali pada pidato Maret 2011. Ia mengatakan ajaran Ahmadiyah bertentangan dengan Islam dan harus dibubarkan. “Pemerintah Indonesia menunjukkan keengganan terhadap penderitaan kaum minoritas Indonesia, yang tentu berharap perlindungan,” kata Adams.

    Mengutip catatan Setara Institut, Human Rights Watch mengatakan kasus kekerasan kaum minoritas di Indonesia mengalami peningkatan. Sepanjang 2012 terjadi 264 kasus kekerasan, naik dari 244 kasus pada 2011. Human Rights Watch menyebutkan kasus kekerasan dilakukan oleh beberapa organisasi Islam militan. "Di antaranya Front Pembela Islam dan Forum Umat Islam."

    ANGGRITA DESYANI

    Berita terpopuler:
    Ratusan Ikan Misterius Terdampar di Pantai Gaza  
    Acara Pidato Akhir Paus Benekditus, Sniper Siaga  
    Pacar Oscar Pistorius Tengah Hamil Saat Ditembak?  
    Wanita Ini Mendaki Everest Dua Kali Seminggu
    Balon Udara Meledak, 19 Wisatawan Tewas  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.