Politikus DPR Ramai-ramai Bela Anas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menangis saat jumpa pers di Dewan Pimpinan Partai Demokrat, Jakarta, (23/02). Menjadi tersangka korupsi oleh KPK, Anas Urbaningrum menyatakan mundur dari jabatannya. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menangis saat jumpa pers di Dewan Pimpinan Partai Demokrat, Jakarta, (23/02). Menjadi tersangka korupsi oleh KPK, Anas Urbaningrum menyatakan mundur dari jabatannya. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Penetapan status tersangka kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan pencabutan paspornya oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, memicu kemarahan sebagian anggota DPR. 

    Mereka beramai-ramai menyuarakan pembelaan atas nasib Anas, yang dinilai telah menjadi korban politik. 

    "Banyak tersangka yang dicegah ke luar negeri tetapi paspornya tidak ditarik," kata politikus PPP, Ahmad Yani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 26 Februari 2013. Menurut dia, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia harus menjelaskan alasan penarikan paspor Anas Urbaningrum.

    Yani berjanji akan memanggil Menteri Hukum dan HAM terkait dengan penarikan paspor Anas. Menurut dia, penarikan ini melanggar batas-batas hak asasi manusia. "Ini jelas punya motif politik," kata dia.

    Pendapat senada disampaikan oleh anggota Komisi Hukum dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Trimedya Panjaitan. Menurut dia, penarikan paspor Anas merupakan langkah berlebihan. Dia khawatir, penarikan ini justru akan lebih memicu polemik politik. Apalagi selama ini, kata Trimedya, mereka yang dicegah ke luar negeri tidak pernah ditarik paspornya. "Ini tidak lazim. Jangan sampai Anas teraniaya jadinya," kata dia.

    Pasal 31 ayat 3 huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian menyatakan penarikan paspor bisa dilakukan jika pemegangnya masuk dalam daftar pencegahan.

    WAYAN AGUS PURNOMO

    Berita Terpopuler:
    Daftar Kenekatan Agus Martowardojo

    Beda Soeharto dan SBY Soal Cara Urus Partai

    Raffi Ahmad Dilaporkan Orang Ini ke BNN

    Ketemu Anwar, Anas Bicarakan Century?

    Sebut Kasus Anas Peristiwa Politik Mahfud Dikritik

    3 Anggota DPR Diduga Kecipratan Duit Simulator


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.