Din Syamsuddin: Anas Tak Mau Jadi Korban Sendirian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anas Urbaningrum meninggalkan gedung Dewan Pimpinan Partai Demokrat, Jakarta, (23/02) dengan melepaskan jaket Demokrat setelah menyatakan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum partai Demokrat. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Anas Urbaningrum meninggalkan gedung Dewan Pimpinan Partai Demokrat, Jakarta, (23/02) dengan melepaskan jaket Demokrat setelah menyatakan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum partai Demokrat. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mempercayai Anas Urbaningrum pasti akan melawan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dalam proyek Hambalang. Dia juga mempercayai mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut tidak akan mau dikorbankan sendirian.

    "Anas tidak mau jadi korban sendiri, (sehingga) sangat penting bagi dia terus terang semuanya," kata Din Syamsuddin, seusai acara deklarasi organisasi Persatuan Indonesia (Perindo) di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 24 Februari 2014.

    Pada Jumat lalu, KPK menetapkan Anas sebagai tersangka penerimaan hadiah atau janji terkait dengan proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya. Anas disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.

    Kolega Anas, Muhammad Nazaruddin, mengatakan mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam tersebut menerima mobil Toyota Harrier dan uang Rp 100 miliar dari kontraktor proyek Hambalang, PT Adhi Karya. Namun, Anas membantah tuduhan tersebut.

    Din Syamsuddin mengatakan penetapan Anas sebagai tersangka tidak luput dari proses politik. Sehingga dia mendorong agar Anas membuka seterang-terangnya kasus tersebut.

    "Apa yang akan disampaikan pada halaman-halaman berikutnya itu sangat penting untuk mengungkap sejarah politik Indonesia."

    Menurut Din Syamsuddin, sebagai bekas komisioner KPU dan Ketua Umum Demokrat, Anas pasti mengetahui banyak informasi soal partai dan Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

    Namun, kata Din Syamsuddin, semuanya tergantung pada sikap Anas. "Tetapi membaca pernyataan konferensi pers Anas kemarin, sangat menarik. Ia kelihatannya melawan dan memulai lembaran-lembaran yang perlu dibuka."

    RUSMAN PARAQBUEQ

    Baca juga
    Usai Nyoblos, Deddy Mizwar Jamu Warga Makan Bakso

    Aher di Bandung, Deddy Mizwar di Pondok Gede

    Aher Optimistis Menang Satu Putaran

    EDISI KHUSUS: Rame-Rame Naik Gunung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H