Pengamat: Calon Pengganti Anas yang Pro Cikeas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan Sekjen Partai Demokrat, Eddie Baskoro (Ibas). TEMPO/Dasril Roszandi

    (dari kiri) Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan Sekjen Partai Demokrat, Eddie Baskoro (Ibas). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Dwipayana mengatakan, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie punya peluang besar menggantikan posisi Anas Urbaningrum sebagai ketua umum.


    Menurut dia, ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu bisa menempati jabatan tersebut asal dia pro dengan Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono. "Apakah dia satu faksi dengan Cikeas (SBY) atau tidak," katanya saat dihubungi, Sabtu, 23 Februari 2013.

    Jika tidak, lanjut dia, kemungkinan besar SBY akan mencalonkan sosok lainnya yang dinilai lebih sepaham dengannya. Arie menyebutkan, ada banyak tokoh yang berpeluang, seperti Anggota Dewan Pembina Amir Syamsuddin, Sekretaris Majelis Tinggi Jero Wacik, dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto. "Jadi kemungkinan ada dua faksi, faksi Marzuki dan faksi Cikeas," ujar dia.


    Namun Arie berpendapat, Majelis Tinggi tetap akan memilih orang yang pro dengan SBY. Soalnya, posisi tersebut sangat strategis terlebih menjelang pemilu 2014. Saat ditanya tentang peluang Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, Arie mengatakan kemungkinan itu kecil. Sebab, SBY tak ingin partainya terlihat sebagai dinasti politik.


    Ibas, menurut dia, tetap akan menempati jabatan sekretaris jenderal. Demikian pula dengan Menteri Pertahanan Pramono Edhie Wibowo. Menurut dia, ipar SBY ini bisa saja dicalonkan, namun kembali akan terbentur dengan citra politik keluarga.

    NUR ALFIYAH


    Berita Terpopuler Lainnya:
    Adik Anas : Ini Kan yang 'Mereka' Minta
    Bu Anas ke Jakarta untuk Lihat Rumah Baru 
    Anas Resmi Berhenti Sebagai Ketua Umum Demokrat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.