KPK Yakin Tuntaskan Kasus Anas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad optimistis kasus korupsi Hambalang tuntas. Dia memastikan tidak akan ada intervensi dari pihak mana pun untuk mengusut korupsi pembangunan gedung olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, itu.

    Abraham mengatakan KPK memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam mengusut setiap kasus. Ia juga meminta publik bersabar menunggu hasil pengusutan KPK terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat, termasuk Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. ”Intinya, yakinlah, kami akan menuntaskan kasus ini,” ujarnya.

    Pengusutan kasus korupsi Hambalang sudah berlangsung hampir dua tahun. Lembaga antirasuah itu telah menetapkan Deddy Kusdinar, pejabat pembuat komitmen proyek Hambalang, serta Andi Alifian Mallarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga, sebagai tersangka.

    Pada 8 Februari lalu, Abraham menyatakan semua pimpinan sepakat menetapkan status Anas sebagai tersangka. Anas dibidik soal pemilikan mobil Harrier dan aliran Rp 100 miliar yang diduga dari pelaksana proyek Hambalang. Hanya, kata Abraham saat itu, belum semua pimpinan meneken surat perintah penyidikan.

    Ternyata, tidak semua pimpinan KPK, seperti Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas, seia sekata dengan pernyataan Abraham. Bahkan, Adnan Pandu Praja, juga wakil ketua, menyatakan menarik paraf yang tertera dalam surat perintah penyidikan meski telah mengatakan kasus Harrier memenuhi unsur korupsi. Alasan mereka, kasus ini masih tahap penyelidikan dan belum ada gelar perkara.

    Abraham menilai adanya perbedaan pendapat di antara pimpinan sebagai hal yang biasa dalam setiap pemaparan kasus. "Tapi niat kami untuk memberantas korupsi tetap sama," ujarnya kepada Tempo.

    Adapun Firman Wijaya, pengacara Anas, membantah jika dikatakan pembelian Harrier menjadi bagian dari korupsi Hambalang. Menurut dia, Harrier itu dibeli dari M. Nazaruddin, bekas Bendahara Partai Demokrat sehingga murni transaksi jual-beli biasa. "Ini adalah transaksi perdata," ucapnya. Meski begitu, dia menyatakan menghargai penyelidikan yang dilakukan KPK. Simak lika-liku korupsi proyek Stadion Hambalang di sini.

    TRI SUHARMAN | WAYAN AGUS PURNOMO | SUKMA

    Baca juga:
    Menteri Keuangan Buka-bukaan Kasus Hambalang

    Roy Suryo: Jika Kongres Sukses, KPSI Hilang

    Demokrat dan PKS Dianggap Juara Korupsi

    Leonardo DiCaprio Tegur Perdana Menteri Thailand


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.