Menteri Agus Akan Buka-bukaan Kasus Hambalang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Agus Martowardojo. ANTARA/Rosa Panggabean

    Menteri Keuangan Agus Martowardojo. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menepis kabar yang beredar sebelumnya bahwa dia batal hadir. Pagi ini, mengenakan kemeja putih berdasi merah, Agus menyatakan siap bersaksi dalam kasus korupsi proyek pembangunan gedung olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor.

    "Saya bersyukur bisa hadir pada hari ini untuk menjelaskan semua hal terkait proyek hambalang yang saya ketahui," kata Agus sesaat sebelum memasuki ruang tunggu KPK, Selasa, 19 Februari 2013. Dia berjanji menyampaikan hasil pemeriksaan kepada publik setelah memberikan keterangan kepada penyidik. "Semua akan saya jelaskan."

    Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan Agus bakal bersaksi untuk tersangka Andi Alifian Mallarangeng, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga.

    Kasus Hambalang menyeret Andi Alifian Mallarangeng dan pejabat pembuat komitmen proyek Deddy Kusdinar. Mereka diduga menyalahgunakan kewenangan dalam proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut. Penyalahgunaan kewenangan itu salah satunya menyetujui subkontrak proyek sehingga mengakibatkan penggelembungan anggaran.

    Pemeriksaan Agus diduga berkaitan dengan tambahan anggaran proyek yang cukup signifikan. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati yang diperiksa KPK, Desember lalu, mengaku dimintai keterangan soal prosedur persetujuan dan pencairan anggaran Hambalang. Proyek ini pada awalnya berbiaya Rp 125 miliar, namun Andi Alifian mengajukan perluasan proyek yang membuat dananya membengkak menjadi Rp 2,5 triliun. Kementerian Keuangan menyetujui usulan tersebut.

    Proses pengajuan perluasan proyek itu dianggap janggal karena diduga tidak melalui pembahasan di DPR. Anggota Komisi Olahraga, Dedi Gumelar, sebelumnya menyatakan baru mengetahui proyek Hambalang merupakan proyek tahun jamak saat pembahasan Rancangan Anggaran 2012 pada Maret 2011. Saat itu, Kementerian mengajukan tambahan anggaran Rp 500 miliar.

    Agus yang ditanyai ihwal anggaran proyek itu memilih irit bicara. Ia hanya menyatakan proyek tahun jamak tidak terkait dengan penganggaran, melainkan pengadaan barangnya. "Tetapi nanti saya akan ceritakan semua," ujarnya, sebelum masuk ke ruang pemeriksaan.

    TRI SUHARMAN

    Terpopuler:
    Soal Anas, Didi Irawadi dan Ulil Tak Lagi Kompak

    Dewan: Gubernur Jangan Cuma Kelalang-keliling

    Usai Rapimnas, Dukungan ke Anas Semakin Kuat

    Menteri Suswono Dicecar KPK Soal Pertemuan Medan

    ICW: Suswono Tinggal Menunggu Giliran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.