Senin, 19 Februari 2018

Ayam Kampus: Beda Harga, Beda Rasa

Oleh :

Tempo.co

Sabtu, 16 Februari 2013 14:42 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayam Kampus: Beda Harga, Beda Rasa

    Ilustrasi Pekerja Seks Komersia (PSK). yle.fi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tarif untuk menyewa jasa 'ayam kampus' bervariasi. Harganya bisa berbeda, tergantung paket short time atau long time. Tentunya, harga yang ditawarkan juga mengikuti umur dan kecantikan si wanita. Transaksi harga antara pelanggan dan mucikari memakai media telepon atau bertemu langsung. Ada juga pekerja seks mandiri yang mengatur penjualannya sendiri.

    Pangsa pasar 'ayam kampus' biasanya pria golongan atas. Kebanyakan juga, para perempuan ini membatasi dan sedikit memilih tamunya. Karena, di samping soal uang, para pekerja seks ini berpikir tentang selera. Sabrina, 24 tahun, seorang 'ayam kampus'--bukan nama sebenarnya--misalnya. Tujuan dia memang uang. Tetapi ia juga mau memenuhi kebutuhan selera seksualnya. Karena itu, dia tidak mau melayani  lelaki yang tidak tampan. "Dengan Rp 30 juta sekali kencan, aku ingin bukan tamuku saja yang puas, tapi aku juga," katanya kepada Tempo, beberapa waktu lalu.

    Ada beberapa pekerja seks yang melayani tamu dengan panggilan short time sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Menurut Doni, sang mucikari, mereka ini kelas standar, yang biasanya dibanderol Rp 1-2 juta sekali booking. "Tapi itu belum termasuk biaya menginap di hotel," kata Doni di kesempatan terpisah.

    Menurutnya, harga memang tidak bisa bohong. Kategori pekerja elite kelas tinggi misalnya, hanya bisa disewa dengan harga mencapai Rp 4 juta. Tapi mereka kerap dipuji dan dicari pelanggannya. Pasalnya, para pekerja elite ini adalah mereka yang bisa memenuhi fantasi sang tamu dengan kelihaian dan beragam gayanya di atas ranjang. "Gaya bicara dengan tamu juga menentukan harga," ujarnya.

    Dengan kemampuan komplet itu, pekerja seks biasanya dijadikan simpanan oleh tamu. Malah, kata Doni, ada tamu yang jatuh cinta dan menjadikan mereka sebagai istri kedua, meski tidak tercatat secara hukum.

    Doni senang-senang saja, karena pundi-pundi uang terus mengalir kepadanya. Pasalnya, jika dibawa ke luar kota, harga pekerja seks anakbuahnya akan melonjak. "Rp 10 juta untuk dua hari," kata Doni, yang mengenal baik Keyko, germo ternama di Surabaya.

    Pengelolaan lebih profesional dilakukan oleh Nora, mucikari yang lain. Ia menggaji pekerja seks yang bekerja padanya, dua pekan sekali. Rata-rata perempuan di sana  mengantongi Rp 20 juta per dua pekan. Itu tergantung banyaknya dia melayani tamu. "Yang menambah mahal harga seseorang adalah kepribadiannya. Jika disukai tamu, besaran tip bisa mencapai Rp 10 juta. Apalagi jika tamunya pejabat negara," ujarnya. Simak Edisi Khusus Ayam Kampus.

    HERU TRIYONO

    Edisi Khusus Lainnya:
    Prahara PKS
    Romantisme Habibie

    Paceklik Artis Cilik

    Bukan Bupati Biasa

    Kiamat 2012


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Globalisasi Cinta, Vicky Prasetyo dan Angel Lelga Menikah

    Ucapan Vicky Prasetyo soal Angel Lelga, Saya merasa reboisasi hati ini kian menjalar ketika globalisasi cintamu merasuk indepenisasi hatiku..."