Bagi Ayam Kampus, Pelanggan Adalah Raja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pekerja Seks Komersial (PSK). starsexwork.org

    Ilustrasi Pekerja Seks Komersial (PSK). starsexwork.org

    TEMPO.CO, Jakarta- Di dunia ayam kampus ada pelajaran kode etik yang berisi ketrampilan dan etiket kepribadian. Etika ini yang mengatur perilaku para pekerja seks komersial agar tertib dan tidak "belepotan". Para mucikari biasanya membekali mereka dengan etika itu agar pelanggan puas dengan harga yang sudah dibayar. Tempo mendapati kode etik yang banyak disepakati antara mucikari dan anakbuahnya. Ada yang ringan, ada juga yang berat.

    Menurut mucikari Nora, bukan nama sebenarnya, pelajaran utama adalah menanamkan di benak para pekerja bahwa pelanggan atau tamu adalah raja. Artinya, kata dia, pekerja harus sopan dan ramah, juga patuh. "Ya misalnya mendengarkan dengan penuh perhatian curhat si tamu, dan jangan sekali-kali memotong pembicaraan," katanya kepada Tempo beberapa waktu lalu. 

    Pekerja seks anakbuahnya, juga dilarang memainkan ponsel saat bertugas. Karena dalam banyak kasus, kata Nora, ada pekerja yang diadukan tamu karena asyik main "game" sendiri di atas ranjang. Dan, ada juga tamu yang mengadu disebabkan harus menunggu seorang mahasiswi makan terlalu lama--rupanya dia makan sembari membalas pesan BlackBerry. "Hal itu dievaluasi," ujarnya.

    Lebih spesifik lagi, Nora juga mengajari pekerja seks di perusahaannya, cara menuang minuman ke dalam gelas. Misalnya; pada saat mengangkat gelas, perempuan ini  diajari untuk memegang gelas bagian bawah, atau jika gelas itu berkaki, pekerja akan diajari untuk memegang kaki gelas tersebut. Itu menurutnya standar. Bahkan, pihaknya juga mengajari sampai pada tahap membuka pakaian ketika hendak berhubungan intim. "Pakaian dibuka perlahan. Tidak boleh langsung bugil," ujarnya.

    Doni, mucikari lain--bukan nama tulen--mengatakan, cara mengambil uang dari pelanggan juga ada kode etiknya. Ia mengatakan, ketika tamu memberi uang tunai, maka jangan langsung diambil. Tetapi diambil ketika tamu sudah pergi. "Untuk mengesankan si pekerja tidak kegaresan uang," ujarnya, di kesempatan terpisah.

    Ketika sedang bertugas, pekerja juga dilarang memamerkan harta benda di depan tamu, seperti telepon genggam mahal atau laptop. Biasanya Doni meminta telepon seluler si pekerja dimatikan. Hal itu dilakukan untuk menghindari kesan sombong. Meski rata-rata ayamnya memiliki mobil, ia juga tetap mengharuskan mereka menemui pelanggannya dengan taksi. 

    Jika ada satu pekerja sedang datang bulan, Doni tidak membolehkan mereka  libur. Apalagi jika sedang banyak order. Dalam aturannya, permintaan pelanggan tidak boleh ditolak. Ia mengaku memiliki ramuan obat untuk menghentikan keluarnya  menstruasi. "Obat itu diracik secara tradisional oleh ibu gue, manjur!," ujarnya. 

    Doni menolak jika ada pelanggan yang meminta dilayani kasar oleh pekerja seks di atas ranjang. Jika dirinya mendapat laporan dari soal tamu yang memiliki kelainan dan membahayakan, tamu itu dimasukan ke dalam daftar hitam. "Pernah ada pelanggan yang bayar di muka belasan juta, tetapi ML-nya harus mukulin culai gue dulu. Gue tolak lah," katanya. Namun ia tidak menolak juga pekerja diminta menemani tamu untuk memakai obat terlarang. 

    Ayam kampus ternyata juga memiliki hari kerja juga. Para pekerja Nora, dalam sepekan bisa empat hari kerja. Jam operasionalnya sendiri mulai dari jam 19.00 WIB sampai 02.00 WIB. Yang pasti, aturan ini mengikat. "Jika si culai masuk pada hari Sabtu, maka Sabtu depannya mereka bisa mengambil libur," kata Nora. Simak Edisi Khusus Ayam Kampus di sini.

    HERU TRIYONO|PACIFICA

    Baca juga:
    Cerita 'Ayam Kampus', Gundik Terdidik

    'Ayam Kampus' Bisa Dipesan Hingga Luar Negeri

    Kisah Ayam Kampus yang Jadi Budak Seks
    Rekrut Ayam Kampus Pakai 'Intelijen'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.