Soeharto Pernah Bikin Panas Hubungan Tifatul-Anis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta. TEMPO/Suryo Wibowo

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta dikabarkan sempat memanas saat Tifatul menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera menjelang Pemilu 2009 silam.

    Pokok masalahnya diduga gara-gara pernyataan Anis yang mendukung pemberian gelar pahlawan terhadap mantan Presiden Soeharto. Bahkan, Anis melangkah lebih jauh dengan memerintahkan pembuatan iklan kampanye PKS yang berisi dukungan pada Soeharto.

    Sikap Anis itu disambut sinisme dan penolakan dari sejumlah kader di internal partai. Beberapa di antaranya dengan tegas menyatakan PKS telah keluar dari garis awal pergerakan. Akibat tindakan itu, Tifatul disebut sempat marah besar kepada Anis. Konfrontasi antar keduanya sampai memaksa sesepuh partai turun tangan. Tifatul dan Anis akhirnya didamaikan oleh Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Syuro PKS.

    Ketika dihubungi 7 Februari 2013 lalu, Tifatul mengatakan masalah itu hanya masalah biasa dan cuma persoalan perbedaan pendapat. "Tidak sampai 'memaksa' siapa pun turun gunung," ujar Tifatul. "Saya pikir tidak sampai sejauh itu, enggak sampai ada konflik."

    Menurut Tifatul, ketika itu memang hanya ada sedikit salah persepsi soal konten iklan yang ditampilkan PKS menjelang Pemilu 2009. Saat itu Anis 'lupa' berkomunikasi dengan Tifatul sebelum akhirnya iklan itu ditayangkan.

    Padahal, biasanya apa pun keputusan partai selalu didiskusikan bersama. "Saya hanya mengkritisi adanya perubahan konten, selebihnya tak ada masalah," ujar Tifatul.

    Secara terpisah, Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq mengatakan munculnya wacana Soeharto sebagai pahlawan nasional merupakan ide yang digarap tim pemenangan pemilu. "Dan saya orang yang bertanggung jawab di bidang komunikasi," kata Mahfudz.

    Mahfudz membantah ada pesanan keluarga Cendana untuk iklan PKS itu. "Tidak ada urusan. Begitu banyak tokoh yang kami tampilkan dan kami tidak perlu berkomunikasi dengan keluarganya," ujarnya.

    IRA GUSLINA SUFA | WAYAN AGUS PURNOMO

    Berita terpopuler:
    Agnes Tampil di Acara Pra-Grammy
    FPI Solo Desakkan Pembubaran Densus 88
    Status Hukum Anas Urbaningrum Masih Menggantung
    Film Hina Nabi, Mesir Blokir Youtube Sebulan
    Supir U10 Mengaku Tak Berniat Culik Mahasiswi UI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.