Akbar Tanjung Sindir SBY dalam Rapat Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung  dalam acara Deklarasi Calon Presiden dari partai Golkar di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/7). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung dalam acara Deklarasi Calon Presiden dari partai Golkar di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/7). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung menyindir langkah-langkah Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyelamatkan Partai Demokrat. Menurut Akbar, apa yang dilakukan SBY belum tentu akan mengembalikan simpati publik kepada Demokrat.

    "Seharusnya dia berposisi sebagai kenegarawanan," kata Akbar saat Rapat Koordinasi Teknis Pemenangan Pemilu Wilayah Timur di kantor DPP Golkar, Sabtu, 9 Februari 2013. Menurut dia, langkah yang dilakukan SBY memanfaatkan posisinya sebagai politikus, bukan sebagai seorang presiden. (Lihat juga: 8 Solusi Penyelamatan Demokrat)

    Akbar menjelaskan, meskipun Anas disebut-sebut dalam kasus hukum, seharusnya SBY mendahulukan proses hukum. Menurut dia, proses politik yang sedang dilakukan oleh SBY tidak perlu dilakukan. Akbar menuturkan, langkah yang ditempuh oleh SBY tidak akan berpengaruh pada simpati publik terhadap Demokrat.

    Meskipun Demokrat yang menjadi kompetitor sedang bermasalah, Akbar menyatakan, Golkar harus mengantisipasi ini. Dia menyatakan, Golkar tidak akan mengurangi tekad untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2014. "Termasuk memenangkan calon presiden Golkar," ujarnya.

    Semalam, 8 Februari 2013, Ketua Majelis Tinggi SBY tersirat menonaktifkan Anas dari jabatan Ketua Umum Demokrat. SBY menyatakan mengambil alih penataan organisasi. Dalam konferensi pers di Cikeas, SBY meminta Anas Urbaningrum fokus menyelesaikan kasus hukum yang dihadapinya.

    "Saya memimpin langsung gerakan penataan, pembersihan, dan penertiban. Saya berikan kesempatan untuk lebih memfokuskan diri pada upaya dugaan masalah hukum yang ditangani KPK, dengan harapan keadilan benar-benar tegak," kata SBY.

    Keputusan SBY diambil dalam pertemuan Majelis Tinggi yang dihadiri oleh SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi, Wakil Ketua Majelis Tinggi Anas Urbaningrum, serta dua orang Wakil Ketua Umum Johnny Allen Marbun dan Max Sopacua.

    Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal Demokrat Edhie Baskoro alias Ibas, Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie, Sekretaris Dewan Pembina Jero Wacik, Sekretaris Dewan Kehormatan T.B. Silalahi, dan Direktur Eksekutif Partai Toto Riyanto.

    WAYAN AGUS PURNOMO


    Baca juga:

    SBY Ambil Alih Partai, Anas Diminta Fokus Kasusnya
    Marzuki Alie: Anas Tersangka, Langsung Diberhentikan
    Tiba di Cikeas, Anas Merendahkan Posisi Duduknya

    Demokrat Memanas, Pendukung Kumpul di Rumah Anas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.