Pasangan Ilham-Aziz Gugat Pemilihan Gubernur ke MK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Sulsel Ilham Arier Sirajuddin (kanan) bersama istri Aliyah Mustika (kiri) menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya di TPS 010 Kelurahan Maricaya Baru, Makassar, Sulsel, Selasa (22/1). Hari ini warga Sulsel memberikan hak suara mereka dengan memilih salah satu dari tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.TEMPO/Iqbal Lubis

    Calon Gubernur Sulsel Ilham Arier Sirajuddin (kanan) bersama istri Aliyah Mustika (kiri) menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya di TPS 010 Kelurahan Maricaya Baru, Makassar, Sulsel, Selasa (22/1). Hari ini warga Sulsel memberikan hak suara mereka dengan memilih salah satu dari tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Mantan pasangan calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz Qahhar Mudzakar, mengumumkan keputusan sikap politiknya terhadap hasil pemilihan gubernur yang diputuskan oleh Komisi Pemilihan Umum Sulsel pada 31 Januari kemarin.

    "Kami tidak bisa menerima hasil rekapitulasi KPU, dan akan melanjutkan tahapan ini ke Mahkamah Konstitusi," ucap Ilham, dalam konferensi pers di Markas Pemengangan IA, di jalan Gunung Batu Putih, Makassar, Sabtu, 2 Februari 2012.

    Menurut dia, keputusan pengajuan ke MK ini berdasarkan kajian tim hukum IA, yang menilai bahwa proses demokratisasi di pilgub Sulsel kali ini tidak berlangsung dengan prinsip-prinsip pemilu. "Muatan yang paling substansi dari proses demokrasi tidak berlangsung di sini, yaitu berpegang pada prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil."

    Dia menambahkan, berdasarkan temuan-temuan timnya ada pola yang dilakukan pasangan bakal calon lain, dalam upaya pemenangan yang dilakukan dengan curang, upaya-upaya ini dilakukan dengan pola terstruktur, sistematis, dan masif. Ilham yang didampingi kuasa hukum dari DPP Partai Demokrat, Deden Supriadi, dan kuasa hukum Tim IA, Naziruddin Pasigai, menjelaskan akan melayangkan surat gugatan paling lambat hari Senin, 4 Februari 2013 atau Selasa, 5 Februari 2013  besok. "Masih ada waktu sampai hari Selasa, yang diberikan oleh KPU."

    Berdasarkan temuan tim IA, banyak sekali kecurangan yang terjadi dalam proses pilgub, antara lain, ada jumlah suara yang melebihi dpt. keterlibatan pejabat publik secara struktural, intimidasi, maupun black campaign. "Semua akan menjadi bagian evaluasi yang akan diproses di MK."

    Deden Supriadi, dari Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat, menjelaskan bahwa pengajuan ke MK merupakan bagian dari proses demokratisasi, selain dari pilgub itu sendiri. "Banyak prinsip penyelenggaraan pemilu yang dilanggar, dan protes kami sesuai dengan kriteria mahkamah konstitusi yaitu pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif," ujarnya.

    RASDIYANAH

    Berita terpopuler:
    Sebut Suap Daging Musibah, Tiffatul Dikecam
    Marzuki Alie: Luthfi Hasan Itu yang Mana, Ya?
    Apa Bukti Luthfi Hasan Terlibat? Ini Jawaban KPK
    Kata Tifatul Sembiring soal Ahmad Fathanah
    Ketua PBNU Doakan Suswono Selamat dari KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.