Sebut Suap Daging Musibah, Tiffatul Dikecam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiffatul Sembiring. TEMPO/Imam Sukamto

    Tiffatul Sembiring. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informasi Tiffatul Sembiring mengatakan, mencuatnya skandal suap daging sapi yang menyeret Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu merupakan musibah bagi Partai Keadilan Sejahtera.

    Mantan Presiden PKS ini mengungkapkannya lewat sejumlah cuitnya di akun Twitter @tifsembiring, Kamis, 31 Januari 2013.

    Pertama-tama, Tiffatul menulis cuit singkat menanggapi follower-nya. "Kayaknya mas @ndorokakung: dan mas @fadjroel ini bahagia sekali PKS dapat musibah. Puas ya.... :D," tulis Tiffatul, Kamis, 31 Januari 2013.

    Tapi justru satu cuit itu menimbulkan kehebohan di jagat maya. Pasalnya, Tiffatul menyamakan skandal suap dengan musibah. Banyak tweeps yang berpendapat musibah adalah kehendak Tuhan seperti bencana, bukan skandal korupsi yang jelas akibat integritas seseorang tak terjaga.

    Namun, Tiffatul ngotot. Dia tetap berkeyakinan kasus yang menyeret Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq bisa digolongkan musibah. "Musibah, jamak mashooib (bhs Arab): sesuatu yg tdk diinginkan mengenai kita...:D “@shennybc: @tifsembiring "Musibah" itu kecelakaan, bencana alam," cuitnya.

    Setelah Luthfi Hasan ditangkap KPK, PKS kini guncang. Kasus ini bermula ketika KPK menangkap tangan Ahmad Fathani, staf Luthfi, yang diduga menerima suap karena berperan mengatur kuota impor daging sapi.

    YANDI M. ROFIYANDI

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Skandal Suap PKS, Ada Wanita Sedang Bermesraan

    Kurir Suap Daging Ditangkap Bersama Gadis Muda

    Tersangka Suap Daging PKS Sewa Gadis Rp 10 Juta?

    Gratifikasi Seks? Presiden PKS Tersenyum

    Presiden PKS Jadi Tersangka Suap Impor Daging


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.