Skandal Suap PKS, Ada Maharani Sedang Bermesraan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luthfi Hasan Ishaq. TEMPO/Imam Sukamto

    Luthfi Hasan Ishaq. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -- Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap seorang wanita muda dalam operasinya, yakni Maharani Suciyono Selasa malam, 29 Januari 2013. Sumber di kalangan penyidik menyebutkan, Maharani ini diduga sedang bermesraan dengan seorang pelaku suap di satu kamar hotel. "Mereka sedang berdua-duaan," ujarnya, Rabu, 31 Januari 2013.

    Menurut sumber tersebut, Maharani yang usianya diperkirakan 20 tahunan itu berasal dari sebuah Universitas Moestopo Beragama di Jakarta Selatan. Keberadaannya disinyalir terkait dengan gratifikasi seks. "Masih didalami kemungkinan ke arah itu," kata sumber. 

    KPK menetapkan LHI sebagai tersangka dalam kasus penyuapan terkait dengan impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Sumber Tempo menyebutkan LHI diduga Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Selain LHI, yang juga anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, KPK menetapkan sejumlah tersangka lainnya.

    Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, status para tersangka tersebut ditetapkan berdasarkan dua alat bukti. Alat bukti ini merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa malam, 29 Januari 2013.

    Tersangka lainnya adalah AF (diduga Ahmad Fathana), JE (diduga Juard Effendi, Direktur Utama PT Indoguna Utama), dan AAE (salah seorang Direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dari tempat tersebut, AF membawa uang itu ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada Luthfi Hasan Isaaq.

    Luthfi Hasan Ishaaq belum dapat dimintai konfirmasi ihwal keterlibatannya. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid terkejut mendengar kabar ditetapkannya Luthfi sebagai tersangka. "Ini informasi resmi atau bukan?" ujar Hidayat. "Nanti kami mengklarifikasi kasus ini.

    Hidayat, yang dihubungi di sela rapat pleno PKS di kantor Dewan Pimpinan Pusat, mengatakan, dalam rapat, tidak disinggung perihal beredarnya kabar Luthfi yang sebelumnya disebutkan terlibat dalam kasus itu. "Ini rapat rutin DPP setiap minggu," katanya.

    TRI SUHARMAN | SATWIKA MOVEMENTI

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Skandal Suap PKS, Ada Maharani Sedang Bermesraan
    Kurir Suap Daging Ditangkap Bersama Gadis Muda Maharani

    Tersangka Suap Daging PKS Sewa Maharani Rp 10 Juta?

    Gratifikasi Seks dengan Maharani? Presiden PKS Tersenyum
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.