Kena Isu Suap Daging, PKS Gelar Rapat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR, Hidayat Nur Wahid (kanan), dan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja ketika melakukan konferensi Pers di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta  Senin (10/12). TEMPO/Seto Wardhana

    Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR, Hidayat Nur Wahid (kanan), dan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja ketika melakukan konferensi Pers di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Senin (10/12). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera menggelar rapat pimpinan seiring dengan tersiarnya kabar penangkapan pelaku suap yang disebut-sebut melibatkan politikus partai ini di kantor DPP PKS, di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    "Rapat rutin saja, kok. Kebetulan ada kasus itu," kata Ketua Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat, Hidayat Nur Wahid, melalui pesan singkat kepada Tempo, Rabu, 30 Januari 2013.
    Menurut dia, rapat pimpinan tersebut dihadiri oleh Presiden PKS Lutfi Hasan Ishak dan para ketua bidang. Hidayat ikut hadir dalam rapat tersebut.

    Kasus yang dimaksud Hidayat adalah peristiwa penangkapan empat pelaku dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Hotel Le Meridien pada Selasa malam kemarin, sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam penangkapan ini, KPK juga menyita uang dugaan suap yang diduga diperuntukkan untuk politikus di Senayan terkait dengan proyek di Kementerian Pertanian.

    Menyusul penangkapan itu, KPK juga menggeledah sebuah kantor perusahaan importir daging di Jalan Taruna Nomor 8, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu dinihari tadi. Tersiar kabar, suap tersebut diduga terkait dengan politikus PKS di Komisi Pertanian DPR. Hidayat yang dikonfirmasi membantah informasi tersebut.

    “Saya sudah klarifikasi ke seluruh anggota Fraksi PKS dari Komisi IV beserta seluruh sopirnya. Tak satu pun yang ditangkap KPK. Mereka tak tahu-menahu dengan kasus penangkapan tersebut,” kata Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik ini.


    RUSMAN PARAQBUEQ

    Berita terpopuler lainnya:
    Alasan BNN Masih Tahan Raffi dan Wanda

    Tersandung Narkoba, Wanda Membela Diri di Facebook

    Raffi Ahmad Dapat Narkoba dari Kampung Ambon?

    Begini Efek Narkoba yang Dipakai Raffi Ahmad

    Gadis Seksi di Operasi Tangkap Tangan KPK

    Belum Bebas, Wanda Hamidah Update Status Facebook

    Aceng Terancam 15 Tahun Penjara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.