Satu Pelaku Suap yang Ditangkap KPK Diduga Mabuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP. TEMPO/Subekti

    Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang wanita muda yang ikut tertangkap dalam operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertubuh sintal. Sumber Tempo di KPK menyebutkan wanita ini menggunakan kaos biru dengan belahan dada rendah dan dibalut blazer hitam. "Pokoknya wanita itu seksi," ujar sumber tersebut, Selasa malam, 29 Januari 2013.

    Sumber lainnya mengatakan wanita yang berusia 20-an tahun itu terlihat linglung. Oleh sebab itu, beredar kabar bahwa dia dalam kondisi mabuk. Belum jelas kaitan antara wanita tersebut dengan pelaku suap.

    KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan, Selasa malam, 29 Januari 2013. Dua orang pria dan seorang wanita ditangkap sedang melakukan transaksi suap di Hotel Le Meridian sekitar pukul 21.00 WIB. Rabu dinihari, 30 Januari, KPK kembali menggelandang tiga orang lainnya.Setidaknya dua kardus mi instant disita penyidik dalam penangkapan tersebut.

    Sumber Tempo dari kalangan penyidik menyebutkan kasus suap tersebut berkaitan dengan politikus di Senayan. Mereka diduga melakukan transaksi yang diduga berkaitan dengan proyek di Kementerian Pertanian. Orang-orang yang ditangkap adalah perantara suap.

    Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., yang dikonfirmasi, menolak memberi komentar. Ia hanya menyatakan, "Penyidik masih memprosesnya."

    TRI SUHARMAN

    Berita Terpopuler:
    Golkar Minta Priyo Budi Santoso Diusut

    Aceng Terancam 15 Tahun Penjara
    KPK Tangkap Perantara Suap Politikus

    Status BBM Wanda Hamidah Sebelum Diciduk BNN

    Begini Efek Narkoba yang Dipakai Raffi Ahmad

    Raffi Ahmad Dapat Narkoba dari Kampung Ambon?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.