Choel: Saya Siap Menanggung Risiko Apa pun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Zulkarnain Mallarangeng (Choel Mallarangeng) saat dimintai keterangan oleh Wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (25/1). Choel diperiksa sebagai saksi untuk Andi dan Deddy Kusnidar terkait proyek Hambalang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Andi Zulkarnain Mallarangeng (Choel Mallarangeng) saat dimintai keterangan oleh Wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (25/1). Choel diperiksa sebagai saksi untuk Andi dan Deddy Kusnidar terkait proyek Hambalang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Adik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, Andi Zulkarnain Mallarangeng, mengaku siap menanggung segala risiko atas perbuatannya dalam kasus Hambalang.

    Ditemani oleh juru bicara keluarga Mallarangeng yang juga kakaknya, Rizal Mallarangeng, Choel--begitu Andi Zulkarnain biasa disapa--mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi.

    "Saya siap menanggung risiko apa pun," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan dirinya dijadikan tersangka, Kamis, 25 Januari 2013.

    KPK hari ini memeriksa Choel sebagai saksi untuk tersangka Deddy Kusdinar dan Andi Mallarangeng dalam kasus Hambalang. Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengatakan, pemeriksaan ini adalah penjadwalan ulang setelah pekan lalu gagal memeriksa Choel. "Ini pemeriksaan yang dijadwalkan ulang karena pekan lalu KPK kebanjiran," kata dia.

    Choel didampingi Rizal dan tim pembela yang dibentuk dan dinamai Elang Hitam. Mengenakan batik biru, bungsu dari tiga Mallarangeng ini mengatakan akan bersikap kooperatif untuk membongkar skandal Hambalang.

    "Seperti janji saya sebelumnya, saya akan sangat kooperatif dengan KPK. Saya akan memberitahukan apa pun yang pernah saya alami, saya dengar, saya lihat. Saya akan menyampaikan dengan sebenarnya," katanya.

    Dia mengaku mengenal pemilik PT Global Daya Manunggal, Herman Pranoto, yang disebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin, menyerahkan uang Rp 2,5 miliar kepada Andi melalui Choel. Namun, dia enggan menjelaskan uang Rp 2,5 miliar yang diterimanya itu.

    "Iya, saya kenal. Nanti, pada saat penyidikan, akan saya jelaskan, dan setelah itu saya akan melakukan jumpa pers mengenai hal itu," katanya.

    Nazaruddin kerap menyebut nama Choel sebagai pembawa Global Daya Manunggal dalam proyek Hambalang. Menurut Nazaruddin, Choel meminta kepada Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharram agar Global dimasukan sebagai subkontraktor dalam proyek yang ditangani oleh KSO Adhi Karya-Wijaya Karya ini. Atas jasanya itu, Choel menerima Rp 2 miliar dari Global.

    FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahaya dan Manfaat yang Kita Dapat dari Mengkonsumsi Kayu Manis

    Kayu Manis banyak memiliki khasiat yang baik untuk tubuh kita. Namun beberapa jenis penyakit dapat terpicu bila kelewat sering mengonsumsi kayu manis.