PM Jepang Shinzo Abe Bisa Bilang 'Terima Kasih'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Merdeka, Jakarta, (18/1). ANTARA/Andika Wahyu

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Merdeka, Jakarta, (18/1). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Walau hanya datang sebentar ke Jakarta, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan pihak Indonesia. Abe baru menjabat perdana menteri dan kunjungan luar negeri pertamanya adalah ke Vietnam, Thailand dan Indonesia. Dia meninggalkan Jakarta pada Jumat 18 Januari 2013.

    Itikad baik Abe ditunjukkan dengan usahanya untuk berbahasa Indonesia, meski sedikit. Ini dia lakukan meski tengah terburu-buru kembali ke Tokyo. Abe memang mempersingkat kunjungannya karena harus warganya  disandera teroris di Aljazair.

    Di akhir keterangan pers bersama Abe-SBY, Abe mengucapkan kata "Terima Kasih". Ucapan ini disambut SBY dengan turut mengucapkan, "Terima kasih"

    Kedatangan Abe kali ini merupakan kali pertama ke Indonesia. Walau, sebelumnya Abe pernah menjadi perdana menteri pada tahun 2007. "Dalam pertemuan ini, ada komitmen kuat memasuki babak baru kebersamaan Jepang-Indonesia di forum regional dan global," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Keterangan pers Abe yang hanya sekitar dua jam disiarkan langsung ke Tokyo melalui siaran NHK dan Reuters. Bahkan Abe membawa puluhan wartawan untuk mempertegas posisi strategis kunjungan pertamanya ini.

    Salah satu isu strategis yang dibawa Abe dalam kunjungan perkenalannya setelah dilantik Desember 2012 adalah isu Laut Cina Selatan. Di Jakarta, Abe menekankan pentingnya menegakkan aturan hukum yang berlaku dalam sengketa maritim dan kelautan. Ia meminta dukungan Indonesia agar Cina bisa menghormati hukum tersebut.

    Hal tersebut pun ditanggapi baik SBY. "Kita semua di Asia ingin melihat kawasan kita ini stabil, aman dan damai. Kalau ada masalah, apakah di Laut Cina Selatan, Asia Timur, ataupun Asia, dipakai solusi yang damai, tidak menggunakan militer. Itu solusi Indonesia," kata SBY.

    Abe juga menyampaikan lima prinsip politik luar negerinya terkait kawasan ASEAN. Pertama, bersama negara-negara anggota ASEAN meningkatkan nilai-nilai universal seperti demokrasi dan HAM. Kedua, kerja sama menjamin kebijakan laut bebas, tidak menggunakan ancaman militer dan menjaga objek vital.

    Ketiga, menjaga kemitraan ekonomi dengan meningkatkan kerjasama di bidang investasi dan revitalisasi perekonomian. "Keempat, kebudayaan yang bervariasi. Dan kelima, menghidupkan kembali pertukaran anak muda antara Jepang dan Indonesia," kata Abe.

    ARYANI KRISTANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.