Keluar dari PDIP, Syaifullah Yusuf Masuk PKB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum GP Ansor Syaifullah Yusuf mengundurkan diri sebagai anggota PDI Perjuangan sejak Senin (7/1). Ia juga akan melepaskan keanggotaan di DPR dari fraksi partai berlambang banteng mulut putih itu. Selanjutnya, Syaiful bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Gus Dur-Alwi Shihab. Pengunduran diri Gus Ipul –begitu panggilan akrabnya— tersebut disampaikan dalam rapat rutin DPP PDI Perjuangan di Wisma Perjuangan, Jalan Pecenongan, Jakarta, Selasa (8/1). Ia menggelar konferensi pers didampingi Ketua DPP PDIP Roy BB Djanis dan Wakil Sekjen DPP PDIP Pramono Anung. Keponakan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu mengungkap beberapa pertimbangan dirinya dibalik keputusan itu. “Selain sebagai pimpinan Ansor yang telah menyita waktu, tenaga dan pikiran, saya juga memutuskan bergabung PKB,” ujar Gus Ipul. PKB yang dimaksud yakni hasil deklarasi KH Abdurrahman Wahid, KH Mustofa Bisri, KH Moenasir, KH Muchith Muzadi dan KH Ilyas Ruchyat, yang saat ini dipimpin Alwi Shihab selaku Pjs Ketua Umum DPP PKB dan KH Abdurrahman Wahid yang memangku jabatan Ketua Dewan Syuro DPP PKB. Ia mengakui tidak bisa berperan aktif sebagai anggota DPR dari Fraksi PDIP. Ditambah, Syaiful menyaksikan sendiri terjadinya pertikaian sengit dan serius di tubuh PKB antara kubu Gus Dur-Alwi Shihab versus Matori Abdul Djalil. “Sekarang terjadi dikotomi PKB A dan PKB B. Karena itu saya memutuskan bergabung dengan PKB yang dideklarasikan oleh kelima orang itu” ujarnya. Santer disebut-sebut, Syaifullah Yusuf dicalonkan Ketua Umum DPP PKB dalam Muktamar Luar Biasa (versi Gus Dur-Alwi Shihab) di Yogyakarta, 17 Januari. Dan, pengunduran diri dari PDIP tidak terlepas dari rencana menduduki pimpinan eksekutif partai berlambang bumi dilingkari bintang sembilan tersebut. “Ya, tidak semata-mata itulah,” elaknya. Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menerima keputusan Syaiful. Itu terungkap ketika mantan aktivis HMI tersebut diterima Megawati di kediaman Jalan Teuku Umar 27A, Senin petang kemarin. “Dengan berat hati Ibu Ketua Umum menerima pengunduran diri itu,” ujar Roy. Megawati meminta agar keputusan itu disampaikan dalam rapat resmi DPP PDIP. Pasalnya, Syaiful seorang tokoh muda NU. “Dulu masuknya secara resmi, keluarnya jangan selingkuh,” ujar Roy mengutip Mega. (Dara Meutia Uning - Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.