Korban Banjir di Samarinda Lebih dari 1.000 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Genangan air yang merendam lingkungan rumah di pinggir Sungai Karangmumus, di Kelurahan Temindung Permai, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (4/11). TEMPO/Firman Hidayat

    Genangan air yang merendam lingkungan rumah di pinggir Sungai Karangmumus, di Kelurahan Temindung Permai, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (4/11). TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO.CO, Samarinda -Sebanyak 1.100 warga di Kota Samarinda, Kalimantan Timur hingga kini tercatat sebagai korban banjir yang merendam empat wilayah Rukun Tetangga di Kelurahan Sempaja Selatan, Rabu, 26 Desember 2012. Tak ada korban jiwa akibat banjir sedalam hingga satu meter ini.

    Banjir datang karena hujan lebat yang mengguyur Kota Tepian pada Selasa malam. Debit air hujan tak mampu ditampung anak sungai yang ada di kawasan itu. Air meluap dan merendam Jalan Wahid Hasyim beserta pemukiman yang ada disekitarnya.

    Balai Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Keluahan Sempaja mencatat, banjir merendam empat kawasan rukun tetangga (RT), masing-masing RT14 terdata 200 jiwa korban banjir, RT24 (300 jiwa), RT 25 (400 jiwa), dan RT 26 (200 jiwa).

    Ketua RT14 Johan mengatakan banjir terjadi sesaat setelah hujan mengguyur Samarinda. Menurutnya, air yang menggenangi rumah warganya tak lain air kiriman dari Kelurahan Sempaja Utara yang letaknya lebih tinggi. "Banyak rumah warga yang tergenang banjir agar mohon bantuan," katanya.

    Hingga Rabu sore, genangan air masih terjadi. Warga yang sebagian besar berdagang di pinggir Jalan Wahid Hasyim masih tak bisa beraktifitas.

    YOVIE | FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.