GKI Yasmin Rayakan Malam Natal di Rumah Jemaat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Jemaat GKI Yasmin Bogor, dan HKBP Filadelfia Tambun, beribadah di depan Istana Negara, Minggu (9/12). Mereka kembali menuntut dibukanya segel gereja mereka pada 25 Desember untuk merayakan Natal. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Anggota Jemaat GKI Yasmin Bogor, dan HKBP Filadelfia Tambun, beribadah di depan Istana Negara, Minggu (9/12). Mereka kembali menuntut dibukanya segel gereja mereka pada 25 Desember untuk merayakan Natal. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bogor - Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin untuk ketiga kalinya tak bisa menjalankan kebaktian malam Natal di bangunan gereja mereka yang berdiri di Jalan KH Abdullah bin Nuh Nomor 31, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Jawa Barat. Mereka terpaksa menunaikan ibadah di salah satu rumah jemaat.

    Dari pantauan Tempo, pada Senin malam, 24 Desember 2012, satu per satu jemaat mendatangi rumah yang terletak sekitar satu kilometer dari bangunan GKI Yasmin mulai pukul 19.30 WIB. Sebanyak 70 jemaat terlihat khusyuk beribadah selama kurang lebih dua jam dimulai pukul 20.00 WIB. "Malam ini jemaat disiapkan oleh pengurus gereja untuk menyambut Natal," kata Ketua Jemaat GKI Yasmin, Peranginangin.

    Kebaktian malam Natal jemaat GKI Yasmin dipimpin Penatua Alexander Paulus. Sejumlah penggiat hak asasi manusia ikut menghadiri kebaktian. Antara lain Komisioner Komisi Nasional Perempuan, Andy Yentriani, dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Febionesta. Sejumlah wartawan ikut mengabadikan momen kebaktian ini.

    "Betapa penuh suka cita kami malam ini karena kita ditemani oleh saudara-saudara kami yang tidak seiman tetapi mereka bersama-sama kami ada di sini," ujar Penatua Alexander Paulus, saat membuka khotbah renungan dan refleksi Natal di depan jemaat yang hadir.

    Adapun kisruh bangunan gereja antara jemaat GKI Yasmin dengan Wali Kota Bogor hingga kini belum juga tuntas. Penyebabnya, Wali Kota tak mau mematuhi putusan Mahkamah Agung dan Komisi Ombudsman RI atas bangunan gereja. Hingga kini bangunan gereja masih disegel Pemerintah Kota Bogor.

    Wali Kota Bogor justru mengusulkan untuk merelokasi bangunan gereja ke Jalan Doktor Sumeru 33, Kota Paris, Bogor. Atas sikap Wali Kota ini, jemaat tidak bisa melaksanakan ibadah Natal di gereja mereka sejak 2010 lalu.

    PRIHANDOKO

    Berita terpopuler lainnya:
    Dahlan Termangu, Kaki Telanjang Turun ke Sawah
    Bumi Akan Gelap Total Selama 3 Hari?

    Ini Arti Nama Putra Ibas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.