Cerita KNKT Memburu Tafsir Kotak Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penemu kotak hitam (Black Box) pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100), Lettu Taufik, dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memperlihatkan benda penting yang ditemukannya saat jumpa pers di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5). ANTARA/Ismar Patrizki

    Penemu kotak hitam (Black Box) pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100), Lettu Taufik, dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memperlihatkan benda penting yang ditemukannya saat jumpa pers di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5). ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO , Jakarta: Mardjono Siswosuwarno, Ketua Tim Investigator, dengan susah payah menghafal nama koleganya dari Rusia. Kerja lembur bersama selama dua pekan tanpa henti untuk mencari penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, hanya 2 dari 15 orang yang diingat ketua tim penyelidik Sukhoi Komite Nasional Keselamatan Transportasi ini: Yuri Slyusar dan Sergey Korostiev.

    Yuri Slyusar adalah Wakil Menteri Perindustrian Rusia yang ditunjuk Perdana Menteri Vladimir Putin memimpin penyelidikan. Korostiev adalah Ketua Komite Keselamatan Transportasi Rusia. “Sisanya, saya angkat tangan,” kata dia, Selasa pekan lalu. “Ada empat orang bernama Sergey dan dua Vladimir.”

    Tapi guru besar teknik mesin Institut Teknologi Bandung ini ingat betul diskusinya dengan tim Rusia ketika menganalisis penyebab tragedi Sukhoi. Menurut dia, Rusia berkeras agar penyelidikan dilakukan di Moskow. ”Mereka berkepentingan karena Sukhoi menjadi andalan industri penerbangan Rusia,” kata dia. Permintaan itu ditolak Ketua KNKT, Tatang Kurniadi.

    Alhasil, sejak itu, belasan anggota tim dari Rusia berkantor di markas Komite, tepat di seberang Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Selama 10 hari, mereka mencari cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR), dua bagian dari kotak hitam yang merekam riwayat penerbangan. Meski gosong, alat itu tetap aman. Cuma chip CVR tak bisa dibuka dengan perangkat KNKT, sehingga alat pengganti didatangkan dari Rusia.

    Hanya perlu empat jam untuk mengunduh data dari CVR dan FDR. Yang repot justru mentranskrip dan menganalisisnya. Di CVR ada empat kanal perekam, tiga di antaranya untuk kopilot, pilot, dan area kokpit. Semua ditranskrip untuk menjelaskan situasi terakhir di kokpit sebelum kecelakaan. “Suara dehem dan batuk pun ditranskrip,” kata Mardjono.

    Cerita selanjutnya, baca Tabir Gelap Tragedi Sukhoi di majalah Tempo edisi 23 Desember 2012.

    WIDIARSI AGUSTINA | MARIA RITA HASUGIAN

    Berita Terkait:
    Rusia Juga Umumkan Hasil Investigasi Sukhoi

    Kecelakaan Sukhoi Superjet-100 Disebabkan 3 Faktor 

    Hasil Investigasi Sukhoi Besok, Dubes Rusia Hadir 

    KNKT Umumkan Investigasi Sukhoi Besok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.