Senin, 22 Oktober 2018

Sopir Teler Tetap Kemudikan Bus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Kediri - Badan Narkotika Kota (BNK) Kediri, Jawa Timur, mengamankan AB, sopir bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), yang kedapatan mengkonsumsi narkoba. Dalam kondisi teler, sopir tersebut masih nekat mengemudikan busnya dari Trenggalek menuju Solo.

    Ketua BNK Kediri, Ajun Komisaris Besar Lilik Dewi, menjelaskan bahwa AB diamankan saat petugas melakukan pemeriksaan urine di Terminal Tamanan Kediri. Saat diperiksa BNK bersama Dinas Perhubungan, AB terlihat grogi, terutama ketika petugas menggiringnya ke pos pemeriksaan urine dan memintanya melakukan uji lab.

    Tak lama berselang, petugas BNK memberi kode kepada petugas Dinas Perhubungan untuk mengamankan AB. Saat itu juga manajemen bus jurusan Trenggalek-Solo dikontak agar mengirim sopir pengganti. "Ini sangat membahayakan penumpang," kata Lilik, Jumat, 21 Desember 2012.

    Selain AG, 40 sopir lainnya juga menjalani pemeriksaan. Uji yang sama dilakukan terhadap masinis kereta api di Stasiun Kediri sehari sebelumnya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang menjelang Natal dan tahun baru.

    Kepala Bidang Manajemen Angkutan Dinas Perhuungan Kediri, Hari Ediyanto, mengatakan selain memeriksa para pengemudi terkait dengan kebiasaan mengkonsumsi narkoba, pihaknya juga memeriksa kelayakan kenadaraan.

    Sekitar 70 armada angkutan yang keluar masuk Terminal Kediri diperiksa kelengkapannya. Tidak hanya bus, tetapi juga angkutan kota atau mobil penumpang umum (MPU). Apalagi menjelang Natal dan tahun baru jumlahnya meningkat sekitar 10 persen.

    Hari mengatakan, yang termasuk diwaspadai adalah kondisi roda kendaraan karena banyak yang sudah tipis dan menggunakan roda vulkanisir alias bukan ban asli. “Kondisi seperti itu berpotensi meletus pada saat melaju,” ujarnya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.