JK Abaikan Fatwa MUI Soal Ucapan Selamat Natal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan wakil Presiden Jusufu Kalla. TEMPO/iqbal lubis

    Mantan wakil Presiden Jusufu Kalla. TEMPO/iqbal lubis

    TEMPO.CO, Kupang - Mantan wakil Presiden Jusuf Kalla mengabaikan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar umat muslim tidak usah memberikan ucapan Natal bagi umat Nasrani. "Saya ucapkan selamat Natal bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Jusuf Kalla di Kupang, Kamis, 20 Desember 2012.

    Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. Selain itu, ada fatwa MUI yang melarang untuk mengikuti ritual Natal.

    Jusuf Kalla juga mengimbau agar masyarakat Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Sealatan (KKSS) di Kupang untuk tetap menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah ini. "KKSS harus tetap menjaga kerukunan di daerah ini," katanya.

    MUI telah mengeluarkan fatwa pada 1981 di masa Ketua Umum MUI Prof. Dr. Buya Hamka. Fatwa MUI yang ditandatangani Ketua Komisi Fatwa K.H. Syukri Ghazali dan Sekretaris H. Masudi. Isi fatwa ini menyatakan haram bagi umat muslim untuk mengikuti perayaan dan kegiatan Natal.

    YOHANES SEO

    Berita Lainnya:
    MUI: Umat Islam Tidak Usah Ucapkan Selamat Natal

    Wakil Menteri Sudutkan Andi Mallarangeng

    MUI: Soal Kiamat Sudah Jelas

    Ini Penjelasan Kedubes AS Soal Person of The Year

    NU Malaysia: Penghina Gus Dur Tak Punya Fakta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?