Minggu, 18 Februari 2018

Buku Babon Kurikulum 2013 Gratis untuk Murid

Oleh :

Tempo.co

Senin, 10 Desember 2012 04:46 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buku Babon Kurikulum 2013 Gratis untuk Murid

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X dalam waktu masa reses DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 7-8, 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO , Jakarta:- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan buku babon atau  buku induk untuk pegangan siswa dan guru dalam menerapkan kurikulum 2013.

    "Buku itu tidak akan dibebankan kepada siswa atau sekolah, tapi akan diberikan cuma-cuma oleh Kemendikbud," katanya dalam Uji Publik Kurikulum 2013 di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 9 Desember 2012.

    Menurut menteri yang juga Guru Besar ITS Surabaya dan anggota Majelis Wali Amanah Unair Surabaya itu, kurikulum 2013 memang memberi kewenangan guru dalam metodologi pembelajaran, tapi mereka diberi buku pegangan.

    "Buku babon atau buku induk ini menjadi pegangan itu akan menjelaskan metodologi pendidikan yang mendorong kreativitas siswa dalam tiga hal yakni pengetahuan, ketrampilan, dan sikap," katanya.

    Ia mengatakan dalam kurikulum 2013, kreativitas itu akan diajarkan dengan lima pola, yakni observasi (mengamati), questioning (bertanya), associating (menalar), exprerimenting (mencoba) dan networking (membentuk jejaring) ke-Indonesiaan.

    "Semua pola itu akan disosialisasikan kepada seluruh guru melalui master teacher dan akan tersosialisasikan dengan cara mirip MLM, terutama SD yang perubahannya bersifat tematik integralistik," katanya.

    Dalam perubahan kurikulum 2013 itu, siswa kelas 1-3 SD memang akan diberi pola pembelajaran yang tematik integralistik, karena siswa kelas 1-3 memang ditangani seorang guru yang merupakan guru kelas.

    "Nanti, guru kelas itu yang mengintegralkan pelajaran IPA dan IPS ke dalam Bahasa Indonesia dan Pancasila-PKN. Misalnya, mata pelajaran tentang air yang bersifat mengalir, tekanan air, cara aliran, standar, status, dan sebagainya," katanya.

    Apalagi, katanya, kurikulum 2013 merupakan desain minimal dalam 24 jam untuk SD yang dapat dikembangkan oleh setiap sekolah secara bebas, asalkan tidak mengurangi desain minimal yang diatur.

    "Misalnya, ada anak yang memiliki kelebihan tertentu, maka sekolah dapat mengembangkan potensi siswa itu secara bebas, asalkan desain minimal tidak terpengaruh," katanya.

    Nuh  menambahkan, perubahan kurikulum 2013 itu dilakukan bukan secara tiba-tiba, melainkan melalui RPJM (rancangan perencanaan jangka menengah) 2010-2014, Inpres, dan UU Sisdiknas itu sendiri. 

    WDA | ANT


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.