Jadi Tersangka Kasus Hambalang, Menteri Andi Hormati KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Andi Mallarangeng. ANTARA/FB Anggoro

    Menpora Andi Mallarangeng. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta -- Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng menghormati penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Saya hormati apa pun yang menjadi keputusan KPK," ujarnya melalui pesan pendek kepada Tempo pada Kamis, 6 Desember 2012.

    Sore tadi, Kamis, 6 Desember 2012, KPK menetapkan Andi sebagai tersangka kasus Hambalang. Atas status barunya itu, Andi juga dicegah pergi ke luar negeri selama enam bulan. Surat permohonan pencegahan bernomor 4569/01-23/2012 itu sudah dilayangkan ke pihak imigrasi. (baca:Ini Status dan Isi Surat Cegah Andi Mallarangeng)

    "Saya belum mendapat surat resmi," ujar Andi. Andi baru mendengar kabar itu dari media massa. Namun Andi menegaskan bahwa ia dan jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga akan bekerja sama penuh demi pengusutan kasus ini. "Agar jelas kasusnya," ujar Andi.

    Dalam surat pencegahan itu, tertulis status baru Andi sebagai tersangka. Andi Mallarangeng disangka bersalah atas kasus korupsi pembangunan pengadaan sarana dan prasarana olahraga Hambalang. Pencegahan dilakukan demi kepentingan penyidikan KPK. (baca:Jadi Tersangka, Andi Mallarangeng Dicegah 5 Bulan)

    Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas membenarkan pernyataan dalam surat tersebut. Ketika ditanya soal status baru Andi, ia hanya menjawab singkat, "Yes."

    M. ANDI PERDANA

    Berita terkait

    Tiap Ditanya Soal Hambalang, Andi Ucapkan Kalimat Ini
    Kata Andi Soal Tudingan Pembiaran Proyek Hambalang
    Menteri Andi Mallarangeng Dicegah ke Luar Negeri 
    BPK Serahkan Audit Investigasi Kasus Hambalang
    Menpora Bantah Tanah Hambalang Tak Pernah Dicek Kualitasnya
    Audit Hambalang Selesai Akhir November


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.