Railbus Batara Kresna Siap Dioperasikan Kembali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Railbuss Batara Kresna smelintasi Jl Slamet Riyadi, Solo, Jawa tengah, Minggu (5/8). Pengoperasian perdana tersebut melewati rute Sukoharjo-Solo-Jogjakarta. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Railbuss Batara Kresna smelintasi Jl Slamet Riyadi, Solo, Jawa tengah, Minggu (5/8). Pengoperasian perdana tersebut melewati rute Sukoharjo-Solo-Jogjakarta. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Surakarta - PT Kereta Api Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta siap mengoperasikan kembali Railbus Batara Kresna. Kereta Api yang melayani penumpang dari Sukoharjo menuju Yogyakarta itu sempat masuk bengkel hampir dua bulan lantaran rusak.

    Kereta api tersebut mulai dioperasikan Agustus lalu. Namun, setelah dua bulan beroperasi, kereta api itu mengalami kerusakan pada bagian generator sehingga harus menjalani perbaikan di Industri Kereta Api (INKA) Madiun.

    "Saat ini, armada Railbus Batara Kresna sudah dalam kondisi siap dioperasikan kembali," kata juru bicara PT KA Daops VIYogyakarta, Sri Winarto, saat ditemui di Stasiun Purwosari, Solo, Sabtu, 1 Desember 2012.

    Setelah menjalani perawatan, Railbus Batara Kresna sudah melakukan uji coba perjalanan dari Solo menuju Sukoharjo sejauh 15 kilometer. Dalam uji coba tersebut tidak ditemukan masalah pada mesin.

    Gangguan yang ditemui justru masih banyaknya dahan dan ranting pohon yang menghalangi perlintasan kereta api. Itu sebabnya, diharapkan, Pemerintah Kota Surakarta segera melakukan pembersihan.

    Selain itu, kurang tertibnya pengguna kendaraan lain juga menjadi penghambat beroperasinya Railbus. Sebab, jalur rel kereta dari Solo menuju Sukoharjo sejajar dengan jalan protokol di Surakarta sepanjang empat kilometer. "Masih perlu penambahan rambu lalu lintas," ujar Sri Winarto.

    Pengoperasian Railbus Batara Kresna juga masih menunggu perubahan jadwal keberangkatan sesuai usulan Pemerintah Kota Surakarta, yakni dari pukul 06.00 menjadi pukul 09.00.

    Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajad, mengakui, pihaknya meminta perubahan jadwal keberangkatan. Tujuannya agar jumlah penumpang bertambah. Sebab, saat dioperasikan Agustus lalu, tingkat okupansi kurang dari 50 persen dari total seat yang tersedia.

    Pemerintah Kota Surakarta berjanji akan menyediakan fasilitas berupa pembangunan halte di sejumlah titik pusat keramaian.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.