Di DPR, Dipo Dicecar Soal Kongkalikong Anggaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menjawab pertanyaan wartawan seusai menyerahkan rekaman rapat bailout Bank Century di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (24/9). ANTARA/Reno Esnir

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menjawab pertanyaan wartawan seusai menyerahkan rekaman rapat bailout Bank Century di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (24/9). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat pagi ini, 26 November 2012, menggelar rapat kerja dengan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Rapat kerja yang dimulai pukul 09.40 WIB ini dijadwalkan membahas penggunaan anggaran tahun 2012. 

    Alih-alih membahas anggaran, para politikus Senayan justru mencecar Dipo soal laporannya pada Komisi Pemberantasan Korupsi tentang kongkalikong anggaran di sejumlah kementerian.

    Ketua Komisi Pemerintahan, Agun Gunanjar Sudarsa, meminta Dipo menjelaskan alasan dia melapor ke KPK. "Apakah ini implikasi dari pengawalan anggaran atau apa, atau ada tujuan lain," kata Agun saat memimpin rapat, Senin, 26 November 2012. 

    Agun juga menanyakan tindak lanjut yang ingin diambil Dipo setelah menyampaikan laporan itu pada KPK. Dia berharap laporan yang dilakukan Dipo juga diikuti dengan pembenahan menyeluruh di seluruh sektor pemerintaan.

    Menurut Agun, Komisi sebenarnya sangat mendukung upaya pencegahan korupsi oleh sekretaris kabinet. Namun, pencegahan itu harus dalam lingkup tugasnya. "Inilah yang ingin kami samakan persepsi supaya tak menimbulkan polemik."

    Anggota Komisi dari Fraksi Hanura, Akbar Faisal, mengatakan laporan yang disampaikan Dipo sudah menyimpang dari tugas dan pokok seorang Seskab. Sebagai Sekretaris Kabinet, Akbar meminta Dipo fokus pada pembenahan birokarsi di lembaga pemerintahan.

    Akbar juga menilai, gaya komunikasi Dipo berbeda dengan gaya komunikasi yang sudah dibangun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yudhoyono selama ini membangun komunikasi dengan santun. Menurut Akbar, komunikasi yang dibangun Dipo justru terkesan menyudutkan beberapa menteri.

    IRA GUSLINA SUFA

    Berita lain:
    Faisal Basri: Ical Jadi Cawapres, Indonesia Kiamat 

    "Mahfud Tak Perlu Malu Menjadi Calon Presiden" 

    Sisi Gelap Hakim Yamanie 

    Demokrat: Ada Partai Ingin Gulingkan Boediono

    Siapa Susun 17 Cuit Boediono Soal Century



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?