Pramuka Masuk Kurikulum Tak Sesuai Hakikat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY saat menyematkan penghargaan kepada Pramuka berprestasi pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-51 di Taman Wiladatika, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Senin (3/9). TEMPO/Subekti

    Presiden SBY saat menyematkan penghargaan kepada Pramuka berprestasi pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-51 di Taman Wiladatika, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Senin (3/9). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bandung - Usulan agar pramuka masuk kurikulum pendidikan 2013 masih menyimpan kontroversi di kalangan pramuka sendiri. Pemerintah menilai pendidikan pramuka penting untuk membangun karakter sekaligus pilar penting pendidikan nasional.

    Jika materi pramuka diwajibkan di sekolah, Sekretaris Kwartir Daerah Pramuka Jawa Barat, Saiful Bachri, menilai langkah itu tidak sesuai dengan hakikat pramuka. "Menjadi pramuka itu sukarela," kata dia, Selasa, 20 November 2012.

    Sampai saat ini, kata Saiful, usulan pramuka masuk ke kurikulum masih jadi wacana. Sedangkan kegiatan pramuka di sekolah tetap berjalan sesuai panduan syarat kecakapan umum dan khusus dari tingkat siaga hingga pandega. Waktu latihan pramuka sepekan sekali selama 2-3 jam.

    Di Jawa Barat, kata Saiful, kini tidak semua kota dan kabupaten mewajibkan kegiatan pramuka di sekolahnya. Daerah yang mewajibkan di antaranya Kabupaten Ciamis, Sukabumi, dan Karawang. Kebanyakan daerah tidak mengharuskan. "Karena itu, jumlah pramukanya sedikit," kata dia.

    Jumlah anggota pramuka di Jawa Barat kini tercatat hampir 4 juta orang. Sekitar 70 persen atau 2,8 juta anggotanya merupakan pelajar SD hingga SMA sederajat. "Kurikulum pramuka itu ada plus dan minusnya," ujar Saiful.

    Di satu sisi, materi dan nilai kegiatan pramuka dinilai baik oleh pemerintah sehingga harus diperluas ke seluruh pelajar Indonesia. Namun kewajiban itu berbenturan dengan nilai pramuka yang sukarela.

    Selain itu, kata Saiful, jumlah pembina pramuka di Jawa Barat, misalnya, ada 145 ribu orang. Jumlah itu masih sedikit untuk menjalankan kurikulum pramuka nantinya.

    Perbandingan idealnya sesuai standar kepanduan dunia, seorang pembina paling banyak menangani 32 orang anggota pramuka. "Pembina tidak bisa asal dari guru kelas, melainkan orang terlatih yang ikut orientasi, kursus mahir dasar, dan lanjutan," ujarnya.

    Sebagai jalan tengah, Saiful mengusulkan agar kurikulum pramuka diterapkan di tingkat siaga pada kalangan pelajar sekolah dasar. Materi itu, misalnya kebiasaan rajin menabung, hafal nama-nama pahlawan, dan lagu-lagu nasional serta daerah. "Materi dasar itu cocok kalau pramuka diwajibkan. Pembina dan guru juga masih bisa mengawasi anak-anak," ujarnya.

    ANWAR SISWADI

    Berita terpopuler lainnya:
    Roket dari Mesir Hantam Israel

    Pejabat Israel Bersumpah Lakukan ''Holocaust''

    Fatah-Hamas Sepakat Bersatu Melawan Israel

    Ketua KPK: Tersangka Century Tunggu Besok di DPR

    Komite Daging Sapi Minta Bantuan Jokowi

    Menteri Keuangan Blokir Proyek TNI Rp 678 Miliar

    Meski Century Belum Tuntas, Samad Ogah Mundur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.