Kisah Ola 3: Magic dan Kedok Suami  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meirika Franola alias Ola di Pengadilan Negeri Tangerang dalam kasus narkoba, Tangerang, 11 Agustus Tahun 2000. DOK/TEMPO/Robin Ong

    Meirika Franola alias Ola di Pengadilan Negeri Tangerang dalam kasus narkoba, Tangerang, 11 Agustus Tahun 2000. DOK/TEMPO/Robin Ong

    TEMPO.CO, Jakarta - Meirika Franola alias Ola bertemu dengan Tajudin alias Tony alias Mouza Sulaiman Domala pada Oktober 1997. Warga negara Pantai Gading itu mengaku berbisnis pakaian jadi. Dua sejoli itu lantas mengikat tali perkawinan di rumah orang tua Ola di Cianjur. Pada awal perkawinan, kehidupan mereka sangat bahagia.

    Ternyata, kebahagiaan hanya sekejap. Soalnya, perangai asli Tony yang ringan tangan mulai muncul. "Ini bekas disundut rokok akibat Tony menyiksa saya," kata Ola seraya menunjuk lengan kirinya, seperti ditulis majalah Tempo edisi 3 September 2000.

    Tak cuma itu. Kepala, punggung, paha, dan kaki Ola sering menjadi sasaran kemarahan Tajudin. Rosyati, seorang tetangganya di Perumahan Taman Yasmin, Bogor, sempat mendengar teriakan Ola sewaktu disiksa suaminya. Bahkan, beberapa bulan kemudian, perlakuan Tony makin menjadi-jadi. Ia memukuli Ola hingga terjerembap ke lantai. Akibatnya, Ola dirawat selama seminggu di Rumah Sakit Azra, Bogor.

    Namun, perempuan kelahiran 23 November 1970 itu mengaku tetap mencintai Tony. Anehnya, setiap kali habis digebuki, Ola selalu meminta maaf kepada Tony. Kata Ola, Tony punya semacam magic yang bisa membuatnya takut dan selalu mengalah. Ola pernah melarikan diri ke rumah orang tuanya, tapi pulang setelah dijemput Tony. "Paling lega kalau dia pergi. Tapi saya enggak tahu dia pergi ke mana. Dia jarang di rumah," ujarnya.

    Bersamaan dengan itu, Ola mulai mengetahui sosok Tony yang sebenarnya. Ternyata, bisnis pakaian jadi cuma kedok Tajudin untuk mengambil hati Ola. Menjelang kelahiran anak pertama mereka, bisnis pakaian itu pun dihentikan. Tajudin kembali ke bisnis asalnya: narkotik.

    Nahasnya pula, Tony mengajak serta Ola. Karena tak ada pilihan lain, daripada terus disiksa, menurut Ola, akhirnya dia tunduk. Beberapa kali dia mengantar pesanan di wilayah Jakarta. Ola mengaku, dari pekerjaan itu, tak sepeser pun duit masuk kantongnya. Sebab, semua urusan uang ditangani sang suami. Kalaupun ia mendapat bayaran, katanya, uang itu habis untuk membayar biaya pengobatan bekas siksaan Tony.

    Ola akhirnya menembus jaringan-jaringan internasional. Polisi menangkap Ola yang mengantar dua anggotanya, Rina Andriani dan Deni Setia Maharwan, terbang ke Inggris dengan membawa heroin pada 12 Januari 2000. Dari penuturan Ola, polisi mendapatkan keterangan posisi suaminya. Baku tembak pun terjadi. Mouza, sang suami, bersama empat temannya tewas dalam baku tembak itu di rumah kontrakannya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

    IRFAN BUDIMAN | YANDI MR

    Baca juga:

    Kisah Ola 1: Jalan Berliku Gadis Cianjur


    Kisah Ola 2: Terpesona Pedagang Pakaian


    Suami Ola Ditembak Mati di Depan Henri Yoso
    Penangkapan Ola dan Suaminya Bak Film Hollywood

    Ola Sesumbar Hanya Jalani Vonis 15 Tahun

    Ola Pernah Minta Bantuan Ayin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H